LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat biasanya memeriahkan hari peringatan besar, termasuk
Idul Fitri dengan petasan dan kembang api. Lalu bagaimana sebetulnya Islam memandang hal ini?
Pendakwah, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor menjelaskan, saat
lebaran umat Islam memang dituntut untuk gembira memeriahkan hari kemenangan, juga termasuk saat Idul Adha.
"Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS Yunus: 58).
"Allah menuntut kita untuk gembira dan orang menunjukkan kegembiraannya bermacam-macam, ada yang dengan hiasan, ada dengan balon, ada dengan makanan, ada orang menuju kegembiraan dengan
petasan," ujarnya dikanal YouTube Ahbaabul Musthofa Channel, dikutip Kamis (28/4/2022).
Baca Juga: Warga DKI Jakarta Dilarang Nyalakan Petasan saat Malam TakbiranNamun dia menegaskan, jika memang umat ingin memeriahkan Lebaran dengan petasan, tidak boleh sampai membahayakan. Artinya, petasan yang digunakan dalam ukuran dan ledakan kecil, atau sebatas kembang api.
"Ini bentuk kegembiraan, asal tidak membahayakan. Bukan petasan yang suaranya itu membuat orang terkejut, orang punya (penyakit) jantung bisa mati, bayi bisa kaget. Nah itu yang bahaya dan tidak boleh," tegasnya.
Menurutnya, umat juga harus mengikuti ajaran Islam untuk tidak berlebihan. Dalam hal ini, umat tidak boleh menghamburkan uangnya hanya untuk petasan ketika memeriahkan Lebaran.
"Gembira itu butuh duit, semua butuh uang. Sama seperti Anda menghiasi acara pernikahan itu kan butuh uang. Asalkan tidak israf (berlebihan), jangan cuma beli petasan habis ratusan juta," katanya.
(bal)