LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Id dikerjakan 2 rakaat dan dianjurkan di lapangan. Setelah shalat baru lah diisi dengan khutbah yang masih menjadi rangkaian ibadah
Idul Fitri.
Tata cara shalat Id antara lain, bertakbir 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua. Tidak ada bacaan-bacaan tertentu yang dituntunkan Nabi SAW disela-sela takbir tersebut.
Hal itu berdasarkan hadits riwayat Katsiir bin Abdillah: "Bahwa Nabi SAW pada shalat dua Hari Raya bertakbir 7 kali untuk rakaat pertama sebelum membaca Al-Fatihah dan bertakbir 5 kali pada rakaat pada rakaat kedua juga sebelum membacanya (Al-Fatihah)." (HR Tirmidzi).
Baca Juga: 7 Amal Penyempurna Shalat Idul Fitri, Makan Dahulu hingga Kenakan Baju TerbaikKemudian Imam shalat Id disunnahkan membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Bisa juga Surah Qaf pada rakaat pertama dan Surah Al-Qamar pada rakaat kedua.
Hal itu berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas: "Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi SAW pada shalat dua hari raya membaca Sabbihisma Rabbiukal A’la dan Hal Ataku Hadisul Ghasyiyah." (HR Ibnu Majah).
Sesudah shalat Id dilanjutkan dengan penyampaian khutbah. Khutbah itu berisi nasihat dan anjuran berbuat baik. Hal itu berdasarkan hadits riwayat Abu Sa’id al-Khudry:
"Bahwa Rasul SAW keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Adha ke al-Mushala (tanah lapang). Hal pertama yang dilakukan adalah shalat. Setelah selesai, beliau berdiri menghadap para jamaah, sementara mereka duduk bersaf, lalu beliau memberi nasihat, maka berhenti dan bilah memerintah sesuatu, maka langsung memerintahkannya, kemudian selesai." (HR Bukhari).
(bal)