Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home home & garden detail berita

Ini Adab Bertamu dalam Islam, Jangan Asal Nyelonong Masuk

mahmuda attar hussein Senin, 02 Mei 2022 - 09:40 WIB
Ini Adab Bertamu dalam Islam, Jangan Asal Nyelonong Masuk
Ilustrasi bertamu saat lebaran. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam mengajarkan umatnya tata cara bertamu sesuai dengan adab yang baik. Adab ini dimaksudkan agar ketika bertamu, sang pemilik rumah saat lebaran.

Berikut adalah adab bertamu yang dijelaskan Ustadz Anwar Musyaddat dikutip dari kanal YouTube Al Anwar TV, Senin (2/5/2022).

Baca Juga: Rayakan Idul Fitri dengan Ruang Tamu Berdekorasi Hangat

1. Izin dan salam

Tamu sebaiknya meminta izin ketika hendak berkunjung ke rumah salah seorang kerabat atau pun tetangganya. Adab meminta izin ini dimulai dengan mengucapkan salam sebanyak 3 kali.

"Kemudian ketuk pintu pemilik rumah dari samping. Jangan dari depan karena dikhawatirkan tampak seisi rumah, maka adabnya mengetuk pintu dari samping," ujarnya.

2. Doakan pemilik rumah usai makan

Tamu dianjurkan untuk mendoakan pemilik rumah ketika selesai makan. Jadi ketika menyicipi hidangan, tamu mendoakan hal yang baik-baik untuk pemilik rumah.

"Misalnya, mendoakan hajatnya supaya dikabulkan, supaya dapat hidayah, istiqamah, rezeki lancar, dan lainnya," jelasnya.

3. Tidak asal duduk

Tamu tidak boleh seenaknya menentukan tempat duduknya sendiri. Dalam hal ini, tamu harus menuruti kata sang pemilik rumah, di mana dia akan menentukan tempat duduk.

Hal itu dilakukan agar tidak menyinggung perasaan pemilik rumah. Sebab, bisa jadi pemilik rumah tidak ingin tamunya melihat bagian dalam rumah tertentu.

4. Izin pulang

Ketika sudah selesai, tamu harus pamit dan minta izin untuk pulang. Sehingga ada rasa menghormati pemilik rumah yang telah menerima tamu.

"Jangan tiba-tiba menghilang, karena itu tamu kurang ajar," katanya.

5. Tidak menginap lebih dari tiga hari

Tamu juga tidak boleh menginap hingga lebih dari tiga hari. Artinya, batas menginap maksimal sebagai tamu hanyalah tiga hari saja.

"Kalau tamu sudah sampai hari ke-4, maka pemilik rumah berhak mempersilakannya untuk pulang. Wallahu a'lam bishawab," katanya.

Itulah beberapa adab bertamu yang baik dalam Islam. Adab bertamu dan menerima tamu ini dimaksudkan agar kedua belah pihak dapat saling menerima dengan baik tanpa adanya rasa minder atau pun menyinggung.

Untuk itu, Sahabat Langit7 dianjurkan bertamu sesuai dengan adab yang ada. Semoga bermanfaat.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)