Kisah Nabi Ibrahim bukan sekadar fragmen penyembelihan. Di Lembah Tujuh, ia meletakkan dasar etika bertamu dan kedermawanan yang melampaui logika materi, sebuah oase di tengah gersangnya kemanusiaan.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul AShom, Ustaz Abu Kahfi adab yang paling utama dalam menerima tamu yaitu memposisikan tamu sebagai orang yang istimewa. Dan tamu, tambahnya memiliki hak dijamu selama tiga hari.
Bertamu merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh siapapun termasuk umat muslim. Dalam Islam bertamu ini tidak bisa lakukan secara sembarangan, ada aturan atau adab-adab penting untuk dipatuhi.
Ada empat dekorasi minimalis yang cocok untuk ruang tamu kecil agar terlihat elegan. Di era sekarang banyak ide kreatif agar hunian tampak elegan tanpa perlu memiliki hunian megah.
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut merupakan adab bagaimana seharusnya seorang muslim bertamu ke rumah orang lain.
Air merupakan elemen penting bagi tubuh kita. Apabila kita kekurangan cairan maka tubuh akan merasakan dehidrasi. Oleh karena itu meminum air putih secara rutin perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Memuliakan tamu menjadi salah satu bagian dari tanda kesempurnaan keimanan kepada Allah Ta'ala dan hari akhir. Kedatangan tamu menjadi suatu keberkahan bagi setiap muslim.
Ada adab dalam bersilaturahmi saat lebaran. Umat Islam tentu akan saling menerima tamu atau bertamu di momen Idul Fitri, setidaknya selama sepekan ke depan.
Seorang muslim yang menjalani ibadah puasa Ramadhan di siang hari tetap wajib memberikan makan dan minum kepada tamu non-muslim. Mereka tetap wajib dijamu.
Banyak orang menganggapnya lumrah, apalagi jika yang mengadakan acara tersebut merupakan orang yang dikenal. Namun, bagaimana pandangan Islam terkait hal ini?