LANGIT7.ID - , Jakarta - Bertamu merupakan kegiatan lumrah yang dilakukan oleh siapapun. Apalagi, ada acara atau hanya sekedar ingin singgah. Apapun alasannya, hendaknya dalam
bertamu untuk menaati aturan-aturan yang telah dituliskan dalam Al-Quran.
Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid mengatakan dalam
al-Quran Allah SWT mengajarkan kepada umatnya untuk bertamu. Dan ditunjukkan beberapa tamu yang datang pada Nabi Ibrahim serta bagaimana ia
melayani tamu, tujuannya agar umat muslim dapat belajar bagaimana seharusnya melayani tamu.
Baca juga: Memuliakan Tamu, Rasulullah Suguhkan yang TerbaikDiantaranya, "Jangan kau masuk selain rumah kamu, sehingga kamu minta izin dan mengucapkan salam kepada tuan rumah itu."
Jadi, tambahnya jangan masuk di rumah orang kecuali dengan dua sebab, yakni minta izin dan salam. Memberikan salam bukan berarti telah diizinkan masuk, ini dua hal yang berbeda.
"Jaman sekarang, ketika telah mengucapkan salam dan melihat pintu terbuka, ia mengizinkan diri sendiri untuk masuk ke dalam. Tua rumah belum jawab, baru membuka pintu ia sudah melangkahkan kaki untuk masuk," ujar Habib Ali dikutip dari kanal YouTube Jalan Iman, Jumat (20/5/2022).
Habib Ali lalu menceritakan beberapa kisah yang dialami Nabi SAW. Dan berkaitan dengan adab yang wajib dilakukan saat bertamu.
Suatu hari datang seseorang ke rumah baginda Rasulullah SAW, lalu ia mengetuk pintu. Setelah dibukakan pintu oleh Nabi terlihat orang tersebut berdiri di hadapannya.
Nabi lalu berkata, "Kalau kamu ingin datang ke rumah orang, jangan berdiri menghadap pintu. Kemudian, tanyakan boleh saya masuk?"
Kisah berikutnya, dalam suatu hari datang orang ke rumah Nabi dan mengetuk pintu. Nabi bertanya siapa, tapi ia tidak menyebutkan namanya, tapi hanya bilang "Saya".
"Harusnya disebut namanya, sebab semua orang bisa jadi 'Saya'. Tapi sebut nama," tuturnya.
Selanjutnya, ada seseorang lagi datang ke rumah Nabi, kemudian tidak mendapatkan jawaban salam. Orang tersebut lalu mengintip dari lubang kunci rumah Nabi.
Ada yang memberitahukan ke Rasulullah, ia lalu berkata "Kalau aku tahu, dan aku sedang menjahit, aku akan tusuk mata kamu dengan jarum."
Baca juga: Adab Silaturahmi Lebaran, Cara Terima Tamu dalam IslamKenapa Nabi berkata demikian, karena bukan hal biasa orang bertamu, masuk ke rumah orang seperti itu.
"Orang-orang sangat kurang memahami tentang adab bertamu, dan tentang melihat keadaan rumah orang yang didatangi," ungkapnya.
Jadi, simpul Habib Ali hukum atau adab bertamu ini dibuat bukan hanya untuk sahabat Nabi tetapi juga bagi seluruh umat Islam. Maka itu, harus dipraktekkan.
"Adab dalam bertamu itu diatur dalam agama karena pentingnya dalam menjaga kehormatan rumah tangga orang lain," tandas Habib Ali.
(est)