Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita
Silaturahmi Lintas Negara

Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim

esti setiyowati Ahad, 15 Maret 2026 - 10:55 WIB
Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim
Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim. Foto: KDEI Taipei.
LANGIT7.ID, Taipei- - Perayaan Idulfitri tidak hanya berlangsung meriah di negara-negara mayoritas Muslim. Di Taiwan, tepatnya di kota Taipei, suasana Lebaran juga terasa semarak melalui Festival Idulfitri tahunan yang menjadi ajang pertemuan lintas budaya dan komunitas.

Acara ini biasanya dipusatkan di ruang terbuka ikonik seperti Daan Forest Park dan kawasan sekitar Sun Yat-Sen Memorial Hall.

Festival tersebut dikenal sebagai salah satu perayaan Idulfitri terbesar di Taiwan. Ribuan hingga puluhan ribu pengunjung datang untuk merayakan kebersamaan, mengikuti shalat Idulfitri berjamaah, menikmati bazar halal, serta menyaksikan berbagai pertunjukan seni dari beragam negara Muslim.

Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim
Keterangan foto: Pengunjung memadati gerai Indonesia di festival Idulfitri di Taipei di Daan Park pada moe=men Lebaran tahun lalu. Foto: Pemkot Taipei.

Baca juga: Harmoni di Negeri Sekuler, Potret Idulfitri Mahasiswa Doktoral RI di Pesisir Timur Taiwan

Mahasiswa asal Indonesia di Taiwan, Vanny El Rahman, mengatakan festival ini selalu menjadi momentum penting bagi masyarakat Muslim maupun non-Muslim di Taipei untuk merayakan keberagaman.

Menurut Vanny, festival ini rutin digelar setiap tahun dan selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah kota.

“Festival ini selalu dihadiri oleh Wali Kota Taipei. Selama aku di sini sejak 2023, festival ini selalu ada terus,” ujarnya.

Bazar Halal dan Ragam Budaya Muslim

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah bazar halal besar yang menghadirkan puluhan stan dari berbagai negara.

Pengunjung dapat menemukan beragam hidangan khas Timur Tengah, makanan tradisional dari negara-negara Muslim, hingga pakaian tradisional dan berbagai produk unik.

Tak hanya soal kuliner, festival ini juga menampilkan beragam kegiatan budaya. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan tari dan musik dari komunitas Muslim, mencoba seni lukis henna, hingga mengikuti workshop kreatif seperti membuat mozaik kaca Turki.

Baca juga: Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Berbagai organisasi Muslim di Taiwan juga turut berpartisipasi dalam acara ini, mulai dari Chinese Muslim Association, Taipei Grand Mosque, hingga komunitas diaspora Indonesia seperti Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama.

Stan budaya Indonesia juga menjadi salah satu yang menarik perhatian. Di sana, pengunjung dapat melihat berbagai topeng tradisional, wayang, serta mengenal lebih dekat budaya Nusantara.

Menariknya, mayoritas pengunjung festival ini adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai wilayah Taiwan. Bagi mereka, festival ini menjadi kesempatan langka untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan merasakan suasana Lebaran di tanah perantauan.

Kemeriahan Festival Idulfitri di Taipei, Ajang Silaturahmi Puluhan Ribu Diaspora Muslim

Keterangan foto: Stan kuliner halal. Foto: Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei.

“Banyak PMI yang hadir. Kegiatan yang mereka lakukan ya makan-makan, piknik, camping, nyanyi-nyanyi,” kata mahasiswa program doktoral Asia-Pacific Regional Studies di National Dong Hwa University ini.

Hal unik lainnya adalah banyak pekerja migran yang datang bersama majikan mereka. Menurut Vanny, hal ini terjadi karena sebagian besar pekerja Indonesia di Taiwan bekerja sebagai perawat lansia.

“Karena kebanyakan mereka hanya tinggal berdua dengan para lansia tersebut. Jadi kalau keluar rumah harus membawa lansia ikut serta, salah satunya saat shalat Idulfitri itu,” jelasnya.

Baca juga: Cerita Dua Mahasiswa Indonesia di Negeri Dua Benua, Lewati Malam Takbir dalam Kesunyian

Festival ini biasanya digelar pada hari Minggu agar lebih banyak pekerja migran dapat hadir. Bahkan, terdapat imbauan kepada para pemberi kerja untuk memberikan hari libur bagi pekerja mereka agar dapat merayakan Idulfitri bersama komunitasnya.

Selain bazar dan pertunjukan budaya, festival ini juga dipenuhi berbagai kegiatan santai yang membuat suasana semakin hangat. Salah satu area yang paling ramai setiap tahun adalah zona “Karaoke Time”.

Di area tersebut, para pengunjung bebas memesan lagu untuk dinyanyikan bersama teman-teman atau sekadar bersantai di atas tikar sambil menikmati makanan dari bazar halal.

Kehadiran area ini membuat festival terasa seperti piknik besar bagi para diaspora, terutama pekerja migran Indonesia yang memanfaatkan momen tersebut untuk melepas rindu kampung halaman.

Dengan kombinasi ibadah, kuliner, seni budaya, dan hiburan, Festival Idulfitri di Taipei bukan hanya sekadar perayaan Lebaran. Acara ini juga menjadi simbol kebersamaan dan keberagaman yang mempertemukan berbagai budaya dalam satu ruang perayaan yang hangat.

Baca juga: Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang




(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)