Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home lifestyle muslim detail berita
Silaturahmi Lintas Negara

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

esti setiyowati Jum'at, 13 Maret 2026 - 08:00 WIB
Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR
Pelajar asal Indonesia, Mukhlis Ibadurrahman tengah menjalani studinya di Kairo, Mesir. Foto: dok pribadi.
LANGIT7.ID, Kairo,- -

Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hari kemenangan itu bukan hanya tentang berakhirnya puasa Ramadhan, tetapi juga tentang berkumpulnya keluarga, saling memaafkan, dan merajut kembali tali silaturahmi. Di setiap negeri Muslim, Lebaran memiliki warna dan tradisinya masing-masing.

Hal itulah yang dirasakan oleh Mukhlis Ibadurrahman, seorang pelajar asal Bogor, Jawa Barat, yang kini menempuh pendidikan di Mesir. Tahun ini menjadi tahun keempat baginya menjalani Ramadhan sekaligus merayakan Idulfitri di negeri yang dikenal sebagai Negeri Seribu Menara.

Mukhlis saat ini tengah merampungkan studi di Ma’had Bu’uts Al Azhar Al-Islamiyyah, sebuah lembaga pendidikan formal setingkat SMP hingga SMA yang berada di bawah naungan Universitas Al-Azhar. Selama tinggal di Kairo, ia merasakan bahwa kehidupan masyarakat Mesir sangat kental dengan nilai-nilai Islam.

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR


Baca juga: Cerita Dua Mahasiswa Indonesia di Negeri Dua Benua, Lewati Malam Takbir dalam Kesunyian

“Mesir merupakan negara mayoritas Muslim, jadi budaya Islam di sini nggak bikin aku culture shock,” kata pemuda berusia 19 tahun itu.

Suasana Ramadhan di Mesir, menurut Mukhlis, tidak jauh berbeda dengan yang ia rasakan di Indonesia. Lantunan adzan terdengar dari berbagai penjuru kota, sementara para jamaah tampak bergegas menuju masjid untuk merapatkan shaf shalat berjamaah.

Namun ada satu tradisi yang membuatnya sangat terkesima, yakni budaya kedermawanan masyarakat Mesir selama bulan suci. Di hampir setiap sudut Kota Kairo, para dermawan atau muhsinin menyediakan hidangan berbuka puasa gratis bagi siapa saja yang membutuhkan.

“Di sini ada budaya yang membuat aku kaget. Orang-orang di sini banyak yang berbagi makanan saat Ramadhan. Setiap mau berbuka di segala penjuru Kota Kairo banyak orang yang menyediakan tempat dan makanan untuk berbuka,” ujar Mukhlis.

Para muhsinin biasanya menyiapkan meja dan bangku di tepi jalan atau di sudut-sudut kota. Tempat tersebut menjadi ruang singgah bagi para pekerja, musafir, hingga pelajar perantau untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian.

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Keterangan foto: Menu berbuka puasa yang disediakan oleh para muhsinin di Kairo. Foto: dok pribadi

Ketika adzan Maghrib berkumandang, makanan berat langsung disajikan secara prasmanan. Hidangannya beragam, mulai dari olahan daging unta hingga nasi mandi yang kaya rempah.

“Di sudut-sudut Kota Kairo, para muhsinin menyediakan satu tempat dengan meja dan bangku untuk kita melepas lelah. Ketika adzan Maghrib berkumandang, mereka memberikan makanan berat dan kita makan di situ. Makanannya berbentuk prasmanan,” jelas anak kedua dari dua bersaudara ini.

Baca juga: Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang

Bagi Mukhlis yang hidup jauh dari keluarga, tradisi berbagi ini sangat membantu. Ia bahkan mengaku tidak pernah memasak selama Ramadhan karena hampir setiap hari mendapatkan makanan berbuka secara gratis.

“Bantuan ini gratis dan setiap hari. Aku pun selama Ramadhan tidak pernah masak sama sekali, karena banyak bantuan dari warga di sini,” tuturnya.

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Meski begitu, rasa rindu terhadap kuliner Nusantara tetap tak bisa dihindari. Mukhlis bercerita bahwa di salah satu distrik di Kairo ada pedagang yang menjual takjil khas Indonesia seperti bakwan, risol, dan dadar gulung. Para penjualnya adalah pekerja migran Indonesia.

Namun harga makanan tersebut cukup mahal sehingga ia jarang membelinya.

“Sebenarnya di salah satu distrik di Kairo ini ada yang menjual takjil ala Indonesia seperti bakwan, risol, dadar gulung. Penjualnya adalah para TKI di sini. Tapi harganya memang sedikit mahal,” katanya.

Selain perbedaan kuliner, Mukhlis juga pernah mengalami pengalaman unik pada tahun pertama berpuasa di Mesir. Saat itu Ramadhan bertepatan dengan musim panas sehingga durasi puasa bisa mencapai sekitar 16 jam.

Namun pengalaman paling menarik baginya justru datang ketika Idulfitri tiba.

Berbeda dengan Indonesia yang biasanya memiliki masa libur panjang menjelang Lebaran, di Mesir masyarakat tidak mendapatkan libur khusus sebelum hari raya.

Baca juga: Dua Tradisi, Satu Kemenangan: Memotret Wajah Idulfitri di Madinah Lewat Mata Mahasiswa Indonesia

“Setelah Ramadhan (jelang hari raya) tidak ada libur. Jadi libur ya saat hari-H atau Idulfitri saja. Setelah itu kita tetap melanjutkan aktivitas seperti bekerja, sekolah,” jelas Mukhlis.

Meski begitu, hari raya tetap dirayakan dengan penuh kegembiraan. Seperti di Indonesia, masyarakat Mesir melaksanakan shalat Id di masjid atau di lapangan terbuka. Setelah itu mereka saling mengunjungi tetangga dan kerabat terdekat.

Tradisi open house juga menjadi bagian dari perayaan Idulfitri. Tidak hanya itu, masyarakat yang mampu bahkan membagikan hadiah atau uang kepada anak-anak dan pelajar sebagai bentuk kebahagiaan hari raya.

Mukhlis sendiri pernah merasakan kebaikan itu secara langsung.

“Tahun lalu aku mendapat THR sekitar Rp100.000. Muhsinin Mesir tidak hanya memberikan makanan tapi juga THR bagi pelajar di sini,” ujarnya.

Suasana Lebaran di Kairo juga terasa sangat meriah karena banyak warga dari luar kota yang datang untuk mengunjungi masjid-masjid bersejarah. Dua masjid yang paling ramai didatangi jamaah adalah Masjid Al Azhar dan Masjid Imam Syafi’i.

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Pada hari raya, kedua masjid tersebut dipadati oleh jamaah dari berbagai daerah di Mesir yang ingin merasakan suasana Ramadhan dan Idulfitri di jantung kota Kairo.

“Banyak warga dari luar Kairo yang penasaran ingin merasakan Ramadhan di sini. Masjid Al Azhar, Masjid Imam Syafi’i pasti ramai berdesak-desakan, melebihi hari biasa,” ceritanya.

Lebaran di Kairo, Kisah Pelajar RI Menyaksikan Muhsinin Mesir Berbagi Iftar hingga THR

Baca juga: Rindu Ramadhan Indonesia, Yasmine Citra Rela Tempuh 1,5 Jam Demi War Takjil di Ansan

Namun di balik kemeriahan itu, ada satu hal yang tetap membuat hati Mukhlis terasa kosong, yakni menahan kerinduan kepada keluarga di Tanah Air.

Selama empat kali Lebaran di Mesir, ia belum pernah merasakan kembali hangatnya berkumpul bersama orang tua dan saudara-saudaranya di rumah.

Kerinduan itu biasanya ia obati dengan menelepon orang tuanya. Menariknya, ia tidak melakukannya pada hari pertama Lebaran.

“Di hari H aku nggak bisa telepon karena terkendala zona waktu. Selain itu juga Ibu dan Bapak pasti sedang ada silaturahmi dengan keluarga lain atau mereka sedang nyekar. Biasanya aku telepon H+2,” tuturnya.

Bagi Mukhlis, merayakan Idulfitri di negeri orang menjadi pengalaman yang penuh pelajaran. Ia belajar bahwa kehangatan Lebaran tidak hanya lahir dari keluarga sedarah, tetapi juga dari persaudaraan sesama Muslim.

Di tengah hiruk pikuk Kairo, di antara masjid-masjid tua yang menjadi saksi sejarah peradaban Islam, Mukhlis merasakan bahwa semangat Idulfitri tetap sama di mana pun berada: saling berbagi, mempererat ukhuwah, dan mensyukuri nikmat kemenangan setelah sebulan berpuasa.



(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)