Kedermawanan Rasulullah pada bulan Ramadhan melampaui logika kecukupan materi. Ibarat angin yang berembus cepat, beliau membagikan kebaikan tanpa rasa takut akan kekurangan sedikit pun.
Ketika kapitalisme personal merasuk hingga ke relung batin dan kepedulian sosial dianggap sebagai beban ekonomi, nubuat tentang dilemparkannya kekikiran ke dalam hati manusia menjadi nyata.
Kelimpahan harta di akhir zaman menjadi paradoks sosial: pemiliknya susah mencari orang yang mau menerima sedekah. Fenomena ini menandai titik jenuh materi di mana emas dan perak kehilangan harganya.
Di tengah dunia yang sibuk mengejar kepentingan pribadi, itsar tampak seperti legenda. Padahal dalam Islam, mendahulukan orang lain adalah puncak iman sosial dan fondasi peradaban yang beradab.
Sejak awal, Islam tegak bukan hanya di atas doa dan pedang, tapi juga kekuatan harta. Dari Utsman bin Affan hingga Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi menunjukkan: kaya itu wajib dijalankan sebagai dakwah.
Kisah tradisional ini, yang terutama dikenal oleh banyak pembaca lewat karya klasik Urdu, Kisah Empat Darwis, secara ringkas menggambarkan ajaran-ajaran penting Sufi.
Kebersamaan Sayyidah Zainab dengan Rasulullah sebagai suami istri tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan saja. Beliau adalah istri Rasulullah yang wafat setelah Sayyidah Khadijah ra.
Berjalan menuju Allah berarti meninggalkan rumah kita yang sempit --keakuan kita. Keakuan ini tampak dengan jelas pada aku sebagai pusat perhatian. Seluruh gerak kita ditujukan untuk aku.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha berpendapat, menjadi miskin justru membuka peluang lebih besar untuk menjadi dermawan. Hal ini disampaikan Gus Baha dalam sebuah pengajian
Sabariah Binti Hussein adalah seorang muslimah asal Malaysia yang dikenal sangat dermawan. Muslimah yang akrab disapa Makcik Sabariah Husssein ini setiap hari memberi makan
Youtuber Amerika Serikat Jimmy Donaldson atau yang dikenal sebagai MrBeast menyita perhatian setelah aksinya membantu 1.000 orang penderita katarak agar bisa melihat kembali.
Motivator Muslim Indonesia, Kiki F Wijaya mengatakan terdapat empat kesulitan menurut Ali bin Abi Thalib yang pasti dan pernah dialami oleh semua orang.