LANGIT7.ID - , Jakarta - Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan hidup membutuhkan orang lain. Karena itu
silaturahmi harus terus dijaga agar tidak memutus hubungan.
Dalam Islam, silaturahmi sangat dianjurkan. Salah satu caranya yaitu dengan berkunjung atau
bertamu ke rumah kerabat.
Baca juga: Ini Adab Bertamu dalam Islam, Jangan Asal Nyelonong MasukUlama asal Jawa Timur yang menetap di Malaysia, Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid, mengatakan melayani tamu atau memberikan tamu makan merupakan bagian dari perbuatan yang
dianjurkan Rasulullah SAW.Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda;
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
"Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” [HR al-Bukhari dan Muslim].
Dalam suatu kisah, Rasulullah ingin mengajak para sahabat untuk melayani tamu secara praktikal, duduk di masjid. Nabi Muhammad SAW pun mengajak para sahabat untuk dilayani sebagai tamu. Meski mereka saling mengenal satu sama lain.
Maka, masing-masing mendahului yang lain untuk dijadikan tamu bagi mereka. Jadi sebelum dipegang tangannya oleh sahabat di sebelahnya, ia lebih dulu memegangnnya, sambil berkata "Kamu tamu saya hari ini."
"Karena melayani tamu adalah lebih afdal daripada yang menjadi tamu. Melayani tamu akan mendapatkan fadilah," ujar Habib Ali dikutip dari kanal YouTube Moeslim TV, Jumat (20/5/2022).
Di waktu itu, lanjut Habib Ali Nabi, juga memilih tamunya dan yang dipilih bukan orang beragama Islam. Rasulullah melayaninya, dengan memerahkan sendiri susu lalu diberikan kepada tamunya.
Terhitung hingga tujuh kali Nabi memberi susu, karena sepertinya tamu tersebut sangat lapar. Sehingga setiap kali memberinya susu, ia langsung menghabiskannya.
Baca juga: Anjuran Rasulullah, Ada 8 Manfaat Tidur Miring Kanan bagi KesehatanMelihat ini, para sahabat pun bilang ke tamu tersebut, "Kamu ini tidak punya perasaan, biasanya tamu itu jika dihidangkan makanan mereka akan mengambilnya dengan sedikit agar tidak habis karena juga untuk tuan rumah."
Karena tamu tersebut melihat layanan Nabi sangat baik, ia pun memutuskan untuk masuk Islam. Maka keesokan harinya ketika Nabi memberinya susu lagi, Nabi sambil berkata bacalah bismillah.
"Setelah membaca bismillah, tamu itupun meminum susunya, tapi ia tidak menghabiskannya karena sudah keburu kenyang," ucapnya.
"Jadi dalam kasus ini, Rasulullah ingin memberitahukan kepada semuanya bahwa berkat bacaan bismillah, itu sudah dapat mencukupkan bagi orang yang makan maupun minum," pungkas Habib Ali.
(est)