LANGIT7.ID, Jakarta - Ada adab dalam
bersilaturahmi saat lebaran. Umat Islam tentu akan saling menerima tamu atau bertamu di momen Idul Fitri, setidaknya selama sepekan ke depan.
Lantas apa saja adab menerima tamu dalam Islam? Berikut penjelasan Ustadz Anwar Musyaddat dikutip dari kanal YouTube Al Anwar TV, Senin (2/5/2022).
Baca Juga: Lebaran Jadi Momen Bersihkan Rumah, Yuk Tata Ulang Ruang Tamu1. Persilakan masukPemilik rumah yang mengetahui ada tamu datang berkunjung harus mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.
Lain halnya ketika memang ada udzur untuk menolak tamu. Seperti suaminya sedang keluar, sementara hanya ada istri di rumah.
Dalam hal ini, sang istri boleh menolak tamu untuk masuk, dan tamu harus kembali lain waktu ketika sang suami berada di rumah. Ini dilakukan untuk menghindari fitnah, ataupun hal yang tidak diinginkan.
2. Tentukan tempat dudukKetika bertamu, pemilik rumah lah yang menentukan tamu harus duduk di mana. Jadi, tuan rumah mempersilakan tamu untuk duduk sesuai tempat yang ditentukan olehnya.
"Tidak boleh langsung asal masuk tanpa salam, langsung duduk, kaki diangkat, merokok, tidak bisa. Kita mengikuti tuan rumah karena khawatir ada yang sebenarnya tuan rumah tidak ingin dilihat," katanya.
3. Sajikan hidanganKetika sudah memutuskan menerima tamu, pemilik rumah harus menyiapkan hidangan yang tidak memaksakan diri. Artinya, hidangan di sini seadanya dan semampu pemilik rumah dalam memberi suguhan.
"Apa yang ada dikeluarkan, dan jangan merasa berat. Kalau di luar batas kemampuan dikhawatirkan pemilik rumah justru akan benci menerima tamu," ungkapnya.
4. Persilakan untuk menyantap hidanganPemilik rumah harus mengizinkan tamunya untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan. Jadi jangan hanya disiapkan saja, apalagi masih dalam keadaan tertutup.
"Langsung dibuka, persilakan tamunya. Seandainya hidangan itu banyak tetap kita merendah, 'mohon maaf saya hanya bisa menyediakan ini'. Bukan malah gaya yang justru sombong," katanya.
5. Orang alim dan tua didahulukanAdab menerima tamu selanjutnya yakni mendahulukan orang alim atau pun orang tua. Sebab, Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman, orang yang diberi ilmu.
"Allah saja memuliakan orang yang beriman dan orang yang berilmu. Maka kita dahulukan dan persilakan bagi orang beriman dan orang tua," ujarnya.
6. Antarkan tamu keluar rumahKetika tamu akan pulang, pemilik rumah harus mengantarkannya sampai pintu keluar rumah.
"Jadi bukan kita tetap berada di dalam rumah. Nanti jadi kayak Jelangkung, datang tak diundang, pulang tak diantar," katanya.
Termasuk hukum sunnah, yaitu hendaklah seorang lelaki menemani tamunya tatkala akan pulang sampai pintu rumah.
"Diantar sampai tamu pulang baru kita masuk ke rumah," ujarnya.
7. Berbincang tidak menyinggungMenyinggung di sini bisa dalam bentuk berbicara dengan gerakan kode-kode tertentu yang dapat menyinggung perasaan tamu. "Jadi obrolan harus yang baik-baik," katanya.
Itulah adab menerima tamu yang diajarkan dalam Islam. Mudah-mudahan Sahabat Langit7 bisa menerapkannya saat momen Lebaran ini, semoga bermanfaat.
(bal)