Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wisata halal detail berita

Adab Silaturahmi Lebaran, Cara Terima Tamu dalam Islam

mahmuda attar hussein Senin, 02 Mei 2022 - 08:50 WIB
Adab Silaturahmi Lebaran, Cara Terima Tamu dalam Islam
Ilustrasi adab bertamu dalam Islam saat lebaran. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada adab dalam bersilaturahmi saat lebaran. Umat Islam tentu akan saling menerima tamu atau bertamu di momen Idul Fitri, setidaknya selama sepekan ke depan.

Lantas apa saja adab menerima tamu dalam Islam? Berikut penjelasan Ustadz Anwar Musyaddat dikutip dari kanal YouTube Al Anwar TV, Senin (2/5/2022).

Baca Juga: Lebaran Jadi Momen Bersihkan Rumah, Yuk Tata Ulang Ruang Tamu

1. Persilakan masuk

Pemilik rumah yang mengetahui ada tamu datang berkunjung harus mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.

Lain halnya ketika memang ada udzur untuk menolak tamu. Seperti suaminya sedang keluar, sementara hanya ada istri di rumah.

Dalam hal ini, sang istri boleh menolak tamu untuk masuk, dan tamu harus kembali lain waktu ketika sang suami berada di rumah. Ini dilakukan untuk menghindari fitnah, ataupun hal yang tidak diinginkan.

2. Tentukan tempat duduk

Ketika bertamu, pemilik rumah lah yang menentukan tamu harus duduk di mana. Jadi, tuan rumah mempersilakan tamu untuk duduk sesuai tempat yang ditentukan olehnya.

"Tidak boleh langsung asal masuk tanpa salam, langsung duduk, kaki diangkat, merokok, tidak bisa. Kita mengikuti tuan rumah karena khawatir ada yang sebenarnya tuan rumah tidak ingin dilihat," katanya.

3. Sajikan hidangan

Ketika sudah memutuskan menerima tamu, pemilik rumah harus menyiapkan hidangan yang tidak memaksakan diri. Artinya, hidangan di sini seadanya dan semampu pemilik rumah dalam memberi suguhan.

"Apa yang ada dikeluarkan, dan jangan merasa berat. Kalau di luar batas kemampuan dikhawatirkan pemilik rumah justru akan benci menerima tamu," ungkapnya.

4. Persilakan untuk menyantap hidangan

Pemilik rumah harus mengizinkan tamunya untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan. Jadi jangan hanya disiapkan saja, apalagi masih dalam keadaan tertutup.

"Langsung dibuka, persilakan tamunya. Seandainya hidangan itu banyak tetap kita merendah, 'mohon maaf saya hanya bisa menyediakan ini'. Bukan malah gaya yang justru sombong," katanya.

5. Orang alim dan tua didahulukan

Adab menerima tamu selanjutnya yakni mendahulukan orang alim atau pun orang tua. Sebab, Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman, orang yang diberi ilmu.

"Allah saja memuliakan orang yang beriman dan orang yang berilmu. Maka kita dahulukan dan persilakan bagi orang beriman dan orang tua," ujarnya.

6. Antarkan tamu keluar rumah

Ketika tamu akan pulang, pemilik rumah harus mengantarkannya sampai pintu keluar rumah.

"Jadi bukan kita tetap berada di dalam rumah. Nanti jadi kayak Jelangkung, datang tak diundang, pulang tak diantar," katanya.

Termasuk hukum sunnah, yaitu hendaklah seorang lelaki menemani tamunya tatkala akan pulang sampai pintu rumah.

"Diantar sampai tamu pulang baru kita masuk ke rumah," ujarnya.

7. Berbincang tidak menyinggung

Menyinggung di sini bisa dalam bentuk berbicara dengan gerakan kode-kode tertentu yang dapat menyinggung perasaan tamu. "Jadi obrolan harus yang baik-baik," katanya.

Itulah adab menerima tamu yang diajarkan dalam Islam. Mudah-mudahan Sahabat Langit7 bisa menerapkannya saat momen Lebaran ini, semoga bermanfaat.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)