LANGIT7.ID - , Jakarta - Bertamu merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh siapapun termasuk umat muslim. Dalam Islam bertamu ini tidak bisa lakukan secara sembarangan, ada aturan atau
adab-adab penting untuk dipatuhi.
Menurut Anggota Sekretariat Dewan Hisbah Persatuan Islam,
Ustaz Ginanjar Nugraha terdapat 11 adab yang harus diterapkan umat muslim ketika bertamu, di antaranya:
Baca juga: Tafsir Surat An-Nur Ayat 27: Adab Ketika Hendak Bertamu
1. Niat baik
Dia mengatakan ketika bertamu, harus didasari niat yang baik. Hindari bertamu dengan niat jahat, seperti tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain.
"Jadi niat pertama itu tujuannya apa dan tentu saja sebaik-baiknya tujuan harus berkaitan dengan masalah ibadah, misal silaturahmi. Kemudian juga membangun komunikasi yang tadinya terputus atau untuk
tabayyun dan lainnya," ujar Ustaz Ginanjar kepada Langit7, Sabtu (19/11/2022)
2. Minta izin sebelum bertamu
Sebelum bertamu, akan lebih baik jika memberitahukan terlebih dahulu kepada tuan rumah. Terkadang situasi dan kondisi setiap orang berbeda, ada yang sering di rumah tetapi mungkin memiliki kesibukan tertentu. Ada juga yang mungkin sedang berada di luar rumah.
"Makanya sebisa mungkin untuk minta izin sebelum bertamu dengan tepat kepada yang menerima tamu," katanya.
3. Ucapkan salam
Ketika tiba di rumah kerabat dengan tujuan bertamu, ucapkan salam. Dalam Islam, kita diperintahkan mengucap salam saat bertemu sesama muslim, Assalamualaikum". Cara lain dengan memencet bel kemudian dilanjut mengucapkan salam.
"Adab ini kalau tiga kali tidak ada jawaban itu berarti silakan kembali. Kalau memang diperkirakan tidak ada, kecuali kalau memang kemungkinan tidak terdengar. Mungkin bisa dipakai cara bagaimana supaya bisa terdengar apalagi sudah janjian sebelumnya," ucapnya.
Baca juga: Bertamu ke Rumah Allah, Meisya Siregar: Ikhlas Segala Ketentuan Terbaik
4. Tidak boleh mengintip
Saat bertamu dan salam tidak mendapat respons, orang cenderung memastikan keadaan dengan mengintip. Dalam Islam, hal ini tidak boleh dilakukan.
"Karena dikhawatirkan berkaitan dengan masalah aurat. Khawatirnya kalau di rumah tidak berpakaian secara lengkap, yang kalau perempuan tidak memakai kerudung sehingga bisa terlihat. Nah, ini tidak boleh," tutur Ustaz Ginanjar.
5. Bersalaman dengan tuan rumah
Saat bertemu tuan rumah, etika yang penting untuk dilakukan adalah bersalaman dengan mereka. Hal ini dilakukan setelah mengucapkan salam dan dibukakan pintu, langkah selanjutnya yaitu dengan bersalaman dan menyapa tuan rumah.
6. Membawa buah tangan
Ustaz Ginanjar menyarankan untuk tidak datang dengan tangan kosong. Bawalah sesuatu sebagai buah tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang dapat juga ditemukan dalam kitab at Targhib wat Tarhib.
Rasulullah SAW bersabda, "Saling memberi hadiah kalian, karena sesungguhnya saling memberi hadiah itu bisa menghilangkan dendam dalam hati, dan jangan sekali-kali meremehkan seseorang kepada tetangganya meskipun dengan sebagian teracak kaki kambing."
7. Tidak boleh lirik kiri-kanan
Ketika sudah berada di dalam rumah, hindari untuk melirik kiri-kanan. Tetap fokus pada tujuan bertamu. Kemudian, perhatikan pembicaraan saat bertamu. Artinya, saat bertamu kita harus sopan. Pembicaraan pun bukan berisikan rumpi atau ghibah, namun sesuatu yang bermanfaat dan bernilai maslahat.
Baca juga: Adab Bertamu, Izin dan Ucapkan Salam ke Tuan Rumah"Selain itu, tidak boleh menyakiti tuan rumah, baik dari ucapan maupun perbuatan. Misalkan memudoratkan, itu tidak boleh," cetusnya.
8. Hindari memberatkan tuan rumah
Saat terlihat ada isyarat dari tuan rumah bahwa ia sedang ada keperluan, namun sungkan menyampaikannya, maka kita harus jeli.
"Sebisa mungkin memang sekiranya tuan rumah kelihatan agak diberatkan segera ambil tindakan untuk tidak memberatkannya," imbuhnya.
9. Santap apapun yang disajikan
Kemudian, ketika mereka menyediakan makanan ataupun minuman maka Anda harus menyantap apa yang disuguhkan, kecuali sedang berpuasa.
10. Perhatikan waktu bertamu
Seperti dijelaskan tadi, saat bertamu patut kiranya mengetahui isyarat yang diberikan si tuan rumah. Anda bisa mmperhatikan dari situasi, perkataan, atau gestur pemilik rumah. Bila terlihat tanda atau isyarat kurang berkenan, sebaiknya segera berpamitan untuk pulang.
"Misalkan sudah lama dan adab bertamu dalam Islam paling lama itu 3 hari 3 malam. Tapi, berkaitan dengan batas maksimal bertamu, bisa juga lebih awal kalau misalnya terdapat keberatan dari tuan rumah," katanya.
11. Tutupi aib tuan rumah
Ustaz Ginanjar menganjurkan untuk menutupi aib tuan rumah saat bertamu.
Baca juga: Ini Adab Bertamu dalam Islam, Jangan Asal Nyelonong Masuk"Dan menutupi aib-aib dari saudara kita seandainya ada pembicaraan-pembicaraan yang mengarah kepada aib. Nah itu harus kita jaga rahasia-rahasianya termasuk juga rahasia-rahasia keluarganya yang mungkin terlanjur dibicarakan. Setelahnya, pamit dengan cara yang baik," pungkas Ustaz Ginanjar.
(est)