LANGIT7, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran seleksi imam masjid untuk ditempatkan di masjid- masjid di Uni Emirat Arab (UEA). Pendaftaran seleksi ini dibuka dari 25 April hingga 7 Mei 2022.
Direktorat Jenderal Bimas Islam menjelaskan, setidaknya ada dua alasan mengapa UEA memilih imam masjid dari Indonesia. Indonesia mendapatkan porsi yang cukup signifikan karena secara kualitas dinilai sangat bagus.
Baca Juga: Libur Lebaran Enaknya Wisata Religi ke 5 Masjid Indah di Jakarta"Dialeknya orang Indonesia dianggap baik, mendekati dialek yang sesuai dengan kaidah tajwid. Saya kira ini yang menjadi alasan mengapa Indonesia dipilih untuk mengirim imam masjid ke UEA," kata Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits, Rijal Ahmad Rangkuty baru-baru ini dikutip Bimas Islam Tv.
Menurut Rijal, alasan lainnya Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil merawat keragaman dalam menciptakan kerukunan umat beragama. “Saya kira dua hal ini yang menjadi alasan kenapa Indonesia dipilih untuk mengirimkan imam masjid ke Uni Emirat Arab,” katanya.
Baca Juga: Masjid Raya Baiturrahim Ikon Umat Islam di Bumi CendrawasihSesuai kesepakatan dua negara, Indonesia akan mengirimkan 200 imam masjid hingga 2022. Pada tahun 2021, Kemenag melakukan dua kali seleksi dan mendapatkan 50 imam masjid. Tahun 2022 ini, Kemenag kembali membuka seleksi imam masjid dengan target 150 orang.
"Kita berharap di tahun 2022 ini, dengan kondisi yang semakin kondusif, semakin baik, dari sisi Covid-19 juga sudah mulai membaik, sehingga pada tahun 2022 ini kita menargetkan mengirimkan 150 imam masjid untuk memenuhi kesepakatan 200 imam masjid," ujarnya.
Baca Juga:
11 Masjid Megah Rancangan Ridwan Kamil, No 5 di Wilayah Perang
Masjid Zakariyya Undang Nonmuslim Nikmati Hidangan Buka Puasa
Masjid Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah, DKM Emban Amanah Mulia(asf)