LANGIT7.ID, Jakarta -
Perencanaan keuangan harus disiapkan 6 bulan sebelum lebaran. Jangan sampai hari raya malah membuat kondisi kantong dan dompet babak beluar nantinya.
Berbagai barang
kebutuhan Lebaran, seperti baju baru, kue, THR, dan ongkos mudik kerap menjadikan pengeluaran semakin besar.
Untuk itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang tepat saat merayakan Lebaran agar dana cadangan tidak semakin tergerus.
CEO & Principal Consultant ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie menyarankan, agar masyarakat dapat mempersiapkan dana Lebaran 6 bulan sebelumnya.
Baca Juga: 7 Ide Bisnis Pasca-Lebaran, Mulai dari Kuliner hingga Mainan Anak"Saya sangat menyarankan untuk melakukan perencanaan kebutuhan Lebaran, setidaknya dari 6 bulan sebelumnya," ujarnya dikanal YouTube ZAPFinance TV dikutip Selasa (10/5/2022).
Menurut dia, jika masyarakat selalu memiliki masalah yang sama setiap tahunnya, tepatnya saat momen Lebaran, akan sulit untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
"Salah satu upaya yang bisa kita dan pasangan lakukan adalah memastikan kecukupan dana darurat untuk kebutuhan Lebaran," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, tidak ada salahnya bagi seseorang untuk mencari penghasilan tambahan, sehingga, dana darurat tidak terlalu banyak terpakai saat perayaan hari Lebaran.
"Juga sangat penting untuk membagi dan memisahkan rekening, agar dana yang ada penggunaannya tidak bercampur aduk. Dalam hal ini saya sarankan untuk menggunakan produk tabungan bank untuk pengeluaran operasional, dan produk dompet elektronik untuk pengeluaran yang sifatnya gaya hidup," ujar dia.
(bal)