LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno memprediksi perputaran uang selama libur lebaran mencapai Rp72 triliun.
Hal ini terlihat dari tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata, dan pusat ekonomi kreatif di berbagai daerah yang memberikan dampak yang begitu besar terhadap sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Kami mendapatkan laporan maupun beberapa pantauan yang kami lakukan langsung, bahwa jumlah wisatawan sangat besar dan ini sesuai dengan target kita," kata Sandiaga dalam "Weekly Press Briefing" dikutip Rabu (11/52022).
Baca juga: 1 Juta Wisatawan Kunjungi Sleman Selama Libur LebaranMenurutnya, Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi para wisatawan, terutama di sekitar jalur mudik banyak wisatawan lokal yang berkunjung membuat kunjungan dari wisata lokal melimpah.
"Perputaran uang di beberapa destinasi, dan sentra ekonomi kreatif di Bali dalam periode libur lebaran 2022 dilaporkan bisa mencapai Rp250 miliar. Pemerintah sendiri memproyeksi perputaran uang di libur lebaran sebesar Rp72 triliun secara nasional," katanya.
Sandiaga mengungkapkan bahwa, dampak ekonomi yang detail akan segera dihitung, akan tetapi dari kunjungan langsung seperti di Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, mengalami peningkatan kunjungan dari wisatawan lokal atau wisatawan domestik.
"Peningkatan ini, juga diikuti dengan tingkat penerapan protokol kesehatan yang baik. Mulai dari pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif juga wisatawan. Data Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan sepanjang 2 hingga 8 Mei 2022 yang dilansir satgas Covid-19 diketahui, untuk rata-rata kepatuhan memakai masker di lokasi kerumunan untuk tempat wisata mencapai 84,06 persen," ungkapnya.
Baca juga: Libur Lebaran 2022, Tingkat Hunian Hotel Meningkat PesatSelain itu, kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat wisata mencapai 83.45 persen, hal tersebut tentunya perlu terus ditingkatkan sebagai tanda kepatuhan terhadap arahan Presiden Joko Widodo, dalam rangka memitigasi potensi penularan Covid-19 serta dalam rangka memberikan relaksasi agar arus balik tidak terlalu penuh.
(sof)