Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 11 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Asal-usul Kopiah di Indonesia, Terinspirasi Fez Ottoman

Muhajirin Kamis, 12 Mei 2022 - 12:55 WIB
Asal-usul Kopiah di Indonesia, Terinspirasi Fez Ottoman
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Kopiah atau songkok dikenal sebagai penutup kepala tradisional Melayu dan sangat populer di kalangan pria muslim di Asia Tenggara. Tapi, tahukah anda jika kopiah terinspirasi dari penutup kepala bernama fez yang digunakan tentara Ottoman?.

Mengutip akun trtworld, fez Ottoman merupakan hiasan kepala dari kain kempa dalam bentuk topi silinder pendek tanpa puncak. Fez didominasi warna merah, terkadang ada rumbai yang menempel di bagian atas.

Nama fez mengacu pada kota di Maroko yaitu Fez, di mana pewarna untuk mewarnai topi diekstraksi dari buah beri merah. Meski sampai hari ini, asal usul fez masih diperdebatkan.

Ada yang menyebut terinspirasi dari tarboosh dari Maroko. Ada pula yang mengklaim berasal dari Yunani kuno atau Balkan. Ada juga yang menyebut berasal dari topi baja cammon di negara-negara mediterania

Fez menjadi pakaian resmi untuk tentara Ottoman atas perintah Sultan Muhammad II pada awal abad ke-19 dan populer di kalangan elit Ottoman.

Baca Juga: Hukumnya Sunnah, Ini Fungsi Sebenarnya Pakai Kopiah saat Shalat

Kemudian, asal-usul kopiah atau songkok di kepulauan Melayu dapat ditelusuri kembali ke abad ke-13, yakni songkok Johor yang berwarna hitam dengan bentuk lebih elips, menjadi fez Utsmani versi Melayu.

Songkok Johor itu dipakai saat Sultan Abu Bakar dari Johor berkunjung ke ibu kota Utsmaniyah, Istanbul, pada 1880-an.

Hingga kini, peci atau kopiah dalam bahasa Indonesia dan songkok dalam bahasa Malaysia populer di kalangan muslim di negara-negara Asia Tenggara. Kopiah ataupun songkok dipakai saat perayaan keagamaan dan pertemuan resmi.

Di Indonesia, pada Juni 1921, saat Soekarno mengikuti rapat Jong Java, diyakini sebagai titik balik kopiah sebagai identitas bangsa. Kala itu, Soekarno melihat rekan-rekannya berdebat dengan berbagai laga tanpa penutup kepala.

Mereka ingin tampil seperti orang Barat. Tidak sedikit kaum intelegensia yang membenci pakaian daerah, seperti blangkon dan sarung. Pakaian itu dianggap menandakan kaum kelas bawah.

Bung Karno lalu memecah perdebatan dengan tampil memadukan jas dengan peci hitam. Dia menyebut kombinasi tersebut sebagai lambang Indonesia merdeka. Itulah kali pertama Bung Karno mengenakan peci di hadapan publik. Dia lalu dikenal sebagai tokoh yang memadukan antara peci dan jas.

Baca Juga: Soekarno Ternyata Seorang Santri, dari Minang hingga Cianjur

Sebenarnya, bukan Soekarno saja tokoh intelektual yang memperkenalkan peci. Pada 1913, ketika tiga serangkai, Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara diundang rapat Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP), masing-masing dari mereka mengenakan penutup kepala sebagai identitas. Tjipto mengenakan kopiah dari beludru hitam.

Sebagai tokoh nasionalis, Bung Karno berhasil menyebarkan citra peci sebagai identitas bangsa. Kini peci dipakai dalam acara resmi kenegaraan. Kopiah tak hanya jadi identitas pria muslim, tapi juga menjadi busana formal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 11 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)