LANGIT7.ID, Bandung - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari atau kerap disapa Kenny menyampaikan bahwa Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai ‘Kota Angklung’ dengan melibatkan para seniman dan pegiat angklung di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022.
"Hal ini didasari dengan berbagai kajian bahwa memang sudah sepantasnya Kota Bandung menjadi kota angklung,”katanya Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, terdapat beberapa indikator yang menjadikan Kota Bandung layak menjadi kota angklung.
Baca juga: Aransemen Lagu AC Milan, Rumah Angklung Diundang ke Italia“Ekosistem angklung di Kota Bandung sudah tersedia meliputi seniman, komunitas, unsur pendidikan, literatur, aktivitas dan industri pariwisatanya,” ungkap Kenny.
Kenny menjelaskan bahwa di Kota Bandung selain seniman dan komunitas yang menjamur juga terdapat perguruan tinggi dengan program studi angklung dan musik bambu, seperti di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan menjadi ektrakurikuler di beberapa sekolah menengah.
“Begitupula aktivasi kegiatan dan industri pariwisatanya seperti di Saung Angklung Udjo. Juga sejarah angklung di Kota Bandung di tahun 1930-an, Pak Daeng Soetigna mempelopori kehadiran angklung,” paparnya.
Mengingat kondisi masih berada pada situasi pandemi Covid-19, deklarasi Bandung Kota Angklung ini akan dilakukan secara hibrid , di mana beberapa pihak akan hadir baik secara langsung maupun daring.
“Inginnya sih seperti Asia Africa Festival ya, tapi kan ini masih dalam suasana pandemi. Tapi kita coba gelar secara kolosal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, jadi ramainya dapat, dengan prokes yang terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 300 orang akan terlibat dalam acara ini dengan melibatkan seniman angklung, komunitas, pegiat, termasuk pelajardi Kota Bandung.
Baca juga: Fenomena Artis Cover Lagu, 3 Musisi Ini Buka Suara Soal Hak Cipta“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang simbolis, serta aktivitas angklung di Kota Bandung dapat berjalan secara berkeanjutan,” tuturnya.
Kenny menambahkan, setelah adanya deklarasi yang menyatakan Kota Bandung sebagai kota angklung, juga harus disiapkan lebih jelas untuk ke depannya dengan berbagai kegiatan yang sustainable.
(sof)