Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Swalayan Tip Top, Kekuatan Iman dan Kepercayaan Atas Taqdir Allah (Habis)

fajar adhitya Rabu, 30 Juni 2021 - 12:41 WIB
Swalayan Tip Top, Kekuatan Iman dan Kepercayaan Atas Taqdir Allah (Habis)
Ilustrasi Tip Top kebakaran tahun 1991.Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Kebakaran besar tiba-tiba menimpa Tip Top. Semuanya habis terbakar. Inventaris, stok-stok barang, gedung, ludes terbakar semuanya. Tak ada lagi yang tersisa. Kisah pendiri swalayan Tip Top, Rusman Maamoer.

Pada Juni 1991, toko ritel yang dibangun Rusman di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur terbakar hebat. Entah apa sebabnya, api muncul dan berkobar pada pukul 01.00 dini hari. Api menari-nari mengelilingi gedung Tip Top dan belum juga selesai hingga adzan subuh berkumandang.

Rusman menelepon pusat-pusat pemadam kebakaran, tapi bantuan masih minim. Pada saat itu, banyak mobil pemadam juga sedang berusaha menjinakkan api yang meluap-luap di kawasan Jatinegara. Melihat api yang sedang berpesta itu, Rusman sempat berpikir, apakah ini hukuman atau cobaan dari Allah.

"Bagi saya, kalaupun ini hukuman, saya tetap bersyukur. Berarti Allah masih berkenan memperingatkan saya dan masih memberi kesempatan saya memperbaiki diri," kata Rusman mengutip laporan Majalah Tarbawi Edisi 16 Tahun 2001.

Rusman memutuskan shalat subuh saat api sedang ganas-ganasnya membakar Tip Top. Setelah shalat, rasanya muncul cahaya, bahwa ternyata itu bukan hukuman. Tapi cobaan dari Allah. Rusman yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah sedang menguji dirinya pada waktu itu.

Pagi harinya para karyawan berdatangan. Mereka terkejut, sedih, bahkan menangis. Tentu saja pilu. Bagaimana nasib mereka bila Tip Top benar-benar selesai hari ini. Kala itu, ada 200 karyawan yang menggantungkan pendapatan pada Tip Top.

"Saya hadapi mereka, saya sampaikan apa yang saya yakini. Bahwa kita sedang dicoba oleh Allah, apakah mampu atau tidak kita melewatinya. Kalau mampu, kita akan naik kelas. Kalau tidak, malah akan ditutup segala pintu rizki oleh Allah. Sayapun sudah bertekad, harus bangkit kembali," kenang Rusman.

Setelah api reda, Pemprov DKI berkunjung meninjau dan meminta Tip Top harus berdiri kembali. Jam sepuluh pagi sesudah kebakaran itu, mereka bilang kalau perlu Tip Top buka saja di lahan Pemda. Kalau pun mau membangun kembali di tempat lama, apa kesulitannya, pemerintah yang akan urus.

"Saya sangat terharu. Rasaya mereka kok lebih berkepentingan daripada kami," tutur Rusman.

Sementara itu, pemerintah DKI juga menjanjikan dana santunan bagi karyawan terdampak. Rusman merasa mendapat dukungan luar biasa dari pemerintah. Menambah kuat keyakinannya bahwa ini cobaan dari Allah. Masalah-masalah setelah kebakaran rasanya dimudahkan saja oleh-Nya. Tip Top pun mulai dibangun kembali pada Oktober.

Pada 1992, seseorang tiba-tiba menawarkan sebidang tanah seluas dua hektar di Bogor. Awalnya, Rusman sempat pikir-pikir, apa gunanya. Ia kembali merenung, barangkali Allah mau mengujinya kembali, mampukah mengambil manfaat dari tawaran tanah itu.

Akhirnya tanah itu ia beli. Pada tahun 1993 berdirilah sebuah panti yatim piatu di lahan itu. Pada saat yang sama Rusman juga memperlebar jaringan bisnsisnya dengan membuka outlet kedua di daerah Ciputat, Tangerang.

Tip Top terus bergerak dan menjual kebutuhan pokok murah. Cabang ritel kemudian dibuka di daerah Cimone, Tangerang (1999), Pondok Bambu, Jakarta Timur (2001), Depok, Jawa Barat (2004), serta di Pondok Gede, Bekasi (2007).

"Di setiap cabang itu, kami tetap menegakkan prinsip awal, yaitu supermarket berjiwa Islami," katanya.

Rusman wafat pada 26 Desember 2007, bisnis Tip Top kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang membangun outlet ketujuh di daerah Tambun Selatan, Bekasi (2014). Direktur Pengembangan Bisnis Tip Top Swalayan, Affan Rusman mengatakan, pembangunan gerai baru tersebut diperkirakan menelan investasi sebesar Rp8 miliar sampai Rp 9 miliar.

"Insya Allah usaha ini akan jatuh ke tangan yang benar. Jangan sampai goyah membawa prinsip Islam dalam perjalanan selanjutnya," pesan Rusman kepada putra putrinya.

Tahun 2009, Tip Top yang menyasar segmen konsumen menengah ke bawah membukukan omzet hingga Rp500 miliar. Terakhir pada 2021, Tip Top mendirikan cabang usahanya di Bogor, Jawa Barat.

Kunci sukses berbisnis menurut Rusman ialah kejujuran. Sikap inilah yang ditanamkan pula pada anak-anaknya untuk melanjutkan bisnis keluarga. Jujur terhadap suppiler dan pembeli harus selalu diutamakan. Itu merupakan modal pokok usaha.

Supplier memasok barang puluhan senilai puluhan miliar. Bagaimana mungkin mereka percaya, kalau tidak jujur. Pernah pula datang seorang pembeli yang mengeluhkan harga barang Tip Top. Menurutnya, ternyata di tempat lain, ada barang serupa dengan harga lebih murah.

"Boleh jadi kami tertipu, ‘tertidur’ atau pedagang lain berusaha men-cut prinsip kami. Setelah kami cek dan benar harga di sana lebih murah, kami kembalikan selisih harganya kepada pembeli itu," kata Rusman.

Seiring usahanya yang semakin berkembang, Rusman juga menyadari akan persaingan yang ketat pada bisnis ritel. Apalagi ketika pemerintah memberlakukan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) pada Januari 2003. Namun, Rusman tetap yakin Allah akan melindungi usaha-usaha yang diridhoi-Nya.

"Cita-cita saya, saya sangat ingin membuka supermarket di dekat Masjidil Haram atau Masjid Nabawi," kata Rusman. Namun, sampai Rusman wafat hingga kini, Tip Top baru memiliki 8 toko ritel di Jabodetabek. Semoga anak-anaknya atau pengusaha muslim lainnya bisa mewujudkan niat tersebut.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)