LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat yang memiliki keuangan serba cukup alias pas-pasan, sering dibingungkan terkait mana yang lebih utama, haji atau umrah? Berikt penjelasan
Buya Yahya.
Penceramah, Buya Yahya menjelaskan umat harus paham bahwa
ibadah haji itu wajib bagi yang mampu, sehingga tak perlu memaksakan diri.
"Tidak perlu memaksakan dengan berutang, itu namanya haji utang. Cukup sholat dhuha dan Jumatan, Anda sudah dapat pahala haji," kata dia dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin (16/5/2022).
Baca Juga: Penyebab Banyak Jemaah Haji Wafat saat Ibadah di MekkahMenurut dia, umat tidak boleh memaksakan diri bila dirasa memang belum mampu menunaikan ibadah di Tanah Haram. Bahkan dia juga menegaskan, tidak diwajibkan bagi siapapun mencari uang untuk digunakan ibadah Haji.
"Tolong pahami, jangan salah. Mencari uang itu diwajibkan untuk menafkahi istri. Anda akan siap naik Haji kalau tiba-tiba sudah kaya, rezeki berlebih dan lancar, itu baru wajib naik Haji," ungkapnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menambahkan, orang yang telah memiliki cukup uang untuk Haji maka harus digunakan untuk Haji. Namun, orang yang uangnya baru cukup untuk Umrah, dipersilakan Umrah.
"Dosa itu orang kaya yang sudah meninggal tapi bahkan belum berniat untuk Haji. Sementara orang yang hidup serba berkecukupan, lantas meninggal dunia maka tidak dituntut untuk Haji," jelasnya.
(bal)