LANGIT7.ID - Kegagalan dalam bisnis bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh setiap pelaku usaha. Tapi terkadang, kegagalan juga menjadi sebuah keniscayaan karena pelaku bisnis tidak memiliki kematangan pada konsep awalnya.
Sehingga kegagalan yang tadinya dihindari malah menghampiri karena kurangnya pengetahuan untuk melakukan tahapan awal dalam membangun bisnis dari nol. Untuk menghindari hal ini, maka perlu adanya kesiapan awal dalam melakukan bisnis.
Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pebisnis untuk memulainya dari nol agar tidak gagal. Berikut 5 tahapan memulai bisnis dari nol yang Langit7 rangkum.
Konsep bisnisTahapan awal ini adalah menentukan ide dalam usaha sebelum benar-benar menentukan membuka sebuah usaha. Dalam hal ini, ada dua faktor penting yang perlu diperhatikan, yaitu kebutuhan pasar dan faktor kelangkaan.
Kebutuhan pasar, jangan sampai ketika menjual produk barang atau jasa tapi malah tidak bernilai dan tidak memiliki relevansi terhadap kebutuhan pasar. Bukannya, laku dan banyak digunakan, bisa jadi malah produk barang dan jasa ini malah tidak dilirik sama sekali.
Kedua, faktor kelangkaan. Perlu memperhatikan apakah produk barang dan jasa yang kita hadirkan belum banyak ditawarkan oleh pelaku usaha lain. Hal ini untuk menghindari ketatnya persaingan dalam bisnis, terlebih ketika baru memulainya dari nol.
Dengan menghadirkan suatu produk barang dan jasa yang masih jarang ada di pasaran, diharapkan akan mendapatkan perhatian dan transaksi lebih dari konsumen.
Target konsumenKetika sudah mendapatkan ide bisnis, jangan buru-buru untuk merealisasikannya. Perlu adanya pertimbangan terhadap target konsumen nantinya.
Pertimbangan ini meliputi gender konsumen, usia, latar belakang pendidikan, usia dan lainnya. Pada dasarnya, untuk menargetkan pasar dengan produk yang ditujukan untuk masyarakat kelas menengah atas dan bawah ada perbedaan, khususnya dalam sensitivitas harga yang diberikan.
Kepuasan konsumenIni adalah tahapan terpenting dalam sebuah bisnis, baik dalam skala mikro, kecil, atau pun menengah. Kepuasan di sini adalah bagaiman konsumen mendapatkan jawaban dari apa yang diinginkannya.
Seperti contohnya, produk yang dihadirkan menyesuaikan kebutuhan, detail produk, respon cepat, pengemasan aman, atau pun bonus yang diberikan kepada mereka. Hal yang perlu dihindari adalah mengecewakan konsumen, seperti ketersediaan barang yang habis, respon lama dan yang lainnya.
KeuanganAliran keuangan atau cashflow dalam sebuah bisnis menjadi hal penting, karena keuangan adalah napas dari bisnis. Perlu adanya perencanaan matang terhadap aliran keuangan.
Walaupun setiap bisnis memiliki rencana keuangan yang berbeda, tapi pada intinya tetap harus memperhatikan aliran keuangan ini tadi. Sehingga bisa menjaga bagaimana pada akhirnya peputaran uang untuk modal, keuntungan, dan rencana jangka panjang ini bisa dikelola dengan baik.
Keunikan produkUntuk menjaga persaingan ketat dalam bisnis, maka perlu adanya inovasi. Tapi sebelum berinovasi, perlu menghadirkan produk yang memang unik dan dibutuhkan pasar.
Brand yang menarik juga menjadi nilai jual sendiri, dan menjadikan keunggulan untuk bersaing dengan kompetitor. Sehingga, dari keunikan produk ini maka akan mencegah adanya barang tiruan terhadap produk yang dijual.
Apalagi dari keunikan produk ini ditambah dengan berbagai strategi pemasaran, seperti memberikan harga murah dan menjaga kualitas produk tetap baik. Ini akan membuat brand produk akan semakin diingat dan dinanti oleh konsumen.
(sof)