LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak manfaat yang bisa didapat dari spirulina, seperti antijerawat dan
antikanker. Tanaman ganggang ini juga mampu diolah menjadi produk konsumsi.
Guru Besar
IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof Iriani Setyaningsih mengungkapkan, dari beberapa jenis mikroalga, baru spirulina dan chlorella yang diakui sebagai food grade.
“Kami telah berhasil membuat produk berbasis spirulina antara lain mie, biskuit, jelly drink, cookies, yoghurt, snack bar, tablet hisap spirulina dan sebagainya," ungkap dia, seperti dikutip laman IPB, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga: Berbagi Tips Penyintas Kanker Payudara untuk Deteksi DiniBeberapa dari produk tersebut, lanjut dia, telah dipatenkan dengan status terdaftar dan publikasi.
Adapun manfaat dari ekstrak spirulina platensis, yakni mampu menghambat sel kanker payudara (MCF-7) lebih dari 50 persen. Sedangkan terhadap sel normal payudara (MCF-12a) kurang 50 persen.
"Artinya ekstrak kasar dari spirulina platensis mempunyai potensi sebagai antikanker yang dapat menghambat sel kanker payudara dan aman pada sel normal,” jelasnya
Selain itu, pigmen fikosianin, ekstrak kasar dan fraksi alkaloid dari spirulina platensis dapat menghambat plasmodium falciparum 3D7 (virus malaria). Keduanya masuk dalam kategori moderately dan active.
Pihaknya mengaku, telah mendapatkan biomassa dan pigmen fikosianin dari spirulina fusiformis yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabet.
Sementara untuk industri kosmetik, dia bersama tim juga berhasil membuat masker wajah berbahan spirulina dan kolagen ikan, yang dapat menghambat bakteri penyebab jerawat.
“Formulasi masker peel-off berbasis spirulina dan kolagen ikan telah mendapatkan sertifikat paten (granted), yang merupakan kerjasama dengan PKSPL IPB University. Kami juga membuat lip balm menggunakan minyak/lemak spirulina. Formulasi ini telah terdaftar paten,” tuturnya.
Kendati demikian, dalam perkembangan spirulina sebagai obat-obatan dan kosmetika, masih memiliki kendala. Di mana jumlah industri mikroalga di Indonesia masih sedikit.
"Juga perlunya perancangan pangan fungsional baru, nutraceuticals dan pharmaceuticals dari mikroalga selain spirulina. Termasuk isolasi single compound dari senyawa aktif yang memiliki fungsi fisiologis dan menjadi kandidat obat."
(bal)