LANGIT7.ID, Jakarta - Maskapai penerbangan nasional
Garuda Indonesia optimistis dengan putusan perpanjangan terakhir tahapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Perpanjangan
PKPU diberikan hingga tanggal 20 Juni 2022 mendatang.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta pada hari Kamis (19/5/2022). Sesuai informasi yang disampaikan oleh Tim Pengurus, tahap lanjutan dari proses PKPU Garuda ini adalah penentuan Daftar Piutang Tetap (DPT) yang nantinya akan menjadi basis untuk agenda voting PKPU.
Baca Juga: Garuda Indonesia Ajukan Perpanjangan PKPU Selama 30 HariDirektur Utama Garuda Indonesia,
Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa perpanjangan terakhir proses PKPU ini menjadi sinyal positif atas langkah percepatan restrukturisasi. Perpanjangan terakhir ini diklaim akan memberikan ruang dan jangka waktu yang lebih terukur dan spesifik, sehingga negosiasi terhadap rencana perdamaian bersama kreditur dapat segera difinalisasi.
"Perpanjangan PKPU terakhir ini menjadi penanda penting bahwa proses komunikasi yang selama ini berlangsung antara Garuda dan krediturnya. Dengan berbagi optimisme yang sama terhadap
outlook bisnis Garuda ke depannya, serta menunjukkan kepercayaan Majelis Hakim maupun Tim Pengurus," kata Irfan dalam keterangan resminya, Jumat (20/5/2022).
"Kami berharap seluruh tahapan PKPU akan segera mencapai titik temu kesepakatan perdamaian. Sehingga semua pihak dapat segera menyongsong transformasi bisnis Garuda," lanjutnya.
Baca Juga: Kemenag dan Garuda Sepakat Terbangkan Jemaah Haji dari 9 EmbarkasiSelama proses PKPU berlangsung, Garuda memastikan operasi penerbangan angkutan penumpang dan kargo tetap berjalan secara optimal. Hal itu secara perlahan mulai menunjukan peningkatan yang menjanjikan.
Kinerja operasional Garuda dari pada bulan April lalu menunjukkan pertumbuhan angkutan penumpang yang signifikan, yakni sebesar 74 persen jika dibandingkan dengan periode Februari. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai relaksasi kebijakan mobilitas masyarakat, diperbolehkannya aktivitas mudik dan
peak season perjalanan selama periode Lebaran.
Selain itu, Garuda juga terus mengoptimalkan fokus utilisasi armada pada rute padat penumpang. Langkah tersebut mulai menunjukkan pergerakan yang positif, yaitu pertumbuhan frekuensi penerbangan sebesar 20 persen pada akhir April 2022 jika dibandingkan dengan periode awal Februari 2022 lalu.
"Kami meyakini berbagai upaya adaptasi dalam menyikapi tantangan kinerja industri penerbangan yang semakin dinamis. Akan menjadi langkah komprehensif Garuda untuk menjadi entitas bisnis yang semakin
agile dan
resilient dengan fokus profitabilitas yang terukur dan
sustainable," ujar Irfan.
Baca Juga:
DPR Setujui Pemberian PMN Garuda Indonesia, Begini Respons Dirut
Optimalisasi SDM, Garuda Indonesia Teken Kerja Sama dengan AP2LN(asf)