LANGIT7.ID - , Jakarta -
Smart home atau rumah pintar menjadi tren baru bagi masyarakat Indonesia.
Teknologi canggih yang dimiliki dalam rumah ini dikatakan sebagai pembawa angin segar baru dalam sebuah hunian.
Publik figur Christian Sugiono mengatakan tren
smart home menandakan bahwa semua orang sudah mampu memilikinya, beda halnya dengan zaman dulu.
Menurut dia, jika dahulu hanya sebagai impian, cuma rumah-rumah tertentu yang memiliki
smart home.
Baca juga: Jadi Tren, Ini Kelebihan Smart Home di Mata Arsitek"Sekarang sudah menjadi tren, artinya semua orang sudah bisa melakukannya. Kenapa demikian, karena saat ini
smart home harganya sudah cukup terjangkau dan peralatannya juga mudah didapat," ujar Christian dalam Webinar bertajuk "
Hunian Pintar Ramah Kantong," beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, terpenting
smart home itu dapat memudahkan serta membuat segala sesuatu menjadi lebih efisien dan membuat nyaman terutama ketika dirumah.
"Banyak orang yang mungkin baru bikin rumah, atau ia tinggal seorang diri dan lainnya, sehingga waktunya banyak dikerjakan diluar rumah, biasanya hal-hal seperti ini sangat terbantu dengan
smart home. Jadi lebih memudahkan dalam mengoperasikan rumah tanpa harus ada ART di rumahnya. Sebab ia bisa mengakses rumah dari jarak jauh, baik itu hanya sekedar matikan lampu, AC dan lainnya," ucapnya.
"Jika ia bisa memiliki ART, maka mengatasi rumah bisa lebih ringan. Tapi jika tidak, dengan
smart home bisa lebih menghemat dan lebih efisien dalam hal mengoperasikan rumah," lanjut suami
Titi Kamal ini.
Lebih lanjut, ayah dua anak ini mengatakan perlu diingat
smart home tidak selalu mengenai teknologi. Melainkan bagaimana orang tersebut ketika membangun rumah atau saat ingin renovasi, dipikirkan secara smart. Artinya tidak hanya estetikanya saja yang dilihat, tetapi kenyamanannya juga sangat penting untuk diperhatikan.
"Terkadang orang hanya melihat estetik, terpenting keren. Tapi ketika sudah dihuni ternyata tidak nyaman. Misal karena tidak ada ruangan penyimpanan, akhirnya semuanya ditaro dalam rumah sehingga membuat rumah lama-kelamaan terlihat berantakan," tuturnya.
Baca juga: Desain Rumah Maisonet Jadi Solusi Hunian di Perkotaan"Itu sesuatu yang tidak smart dan banyak terjadi di rumah saya dulu. Jadi
smart home ini bagaimana kita berfikir secara
smart dalam menyusun tata letak rumah. Sehingga semua barang disusun pada tempatnya, dan bisa digunakan secara maksimal. Tidak hanya dipajang dan menjadi debu," lanjut pria kelahiran 1981 ini.
Tidak hanya itu, ungkap Christian sirkulasi udara dan pencahayaan juga penting untuk diperhatikan, terkadang orang suka lupa hal tersebut ketika membangun rumah, sehingga membuat rumah terasa seperti gelap. Ujung-ujungnya, disiang hari harus menyalakan listrik, sehingga membuat biaya bulanan listriknya jadi mahal.
(est)