LANGIT7.ID, Malang - Wakil Ketua Badan Inovasi Strategis
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),
Ainun Najib, menilai bidang
Information and Technology (IT) saat ini bisa menjadi pilihan perjuangan dan jihad masa kini bagi seorang muslim.
Salah satu jihad yang bisa dilakukan adalah membuat konten-konten positif untuk mengisi media sosial. Peran pemuda Islam sangat dibutuhkan dalam hal itu. Maka itu, anak muda mau tidak mau harus melek teknologi agar tidak tergilas oleh zaman. Lebih jauh, dakwah bisa lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Ainun menjelaskan, atmosfer media sosial saat ini masih banyak dipenuhi oleh konten tak bermutu. Pada kondisi itu, pemuda Islam sangat dibutuhkan. Peran mereka diperlukan untuk menebarkan manfaat, terutama di dinding maya.
“Bahkan, meniti karier di bidang teknologi informasi merupakan jihad masa kini. Hal ini merupakan sikap NU dalam menyikapi perkembangan teknologi yang semakin pesat,” kata Ainun dalam acara NU Tech di Malang, Jawa Timur, Senin (19/12/2022).
Baca Juga: Gagas NU Tech, PBNU Ingin Nahdliyin Kuasai Teknologi Digital
Lulusan Universitas Teknologi Nanyang Singapura itu memaparkan, kehadiran pemuda Islam di media sosial memiliki tugas mulia. Kendati begitu, pemuda muslim harus terlebih dahulu mengetahui adab-adab dalam bermedia sosial, sehingga bisa memproduksi konten positif secara kreatif.
“Tentu ini dalam rangka mencegah
mudharat seperti yang banyak terjadi saat ini yaitu menjamurnya konten tidak bermutu di sosial media,” kata
data scientist asal Gresik itu.
Najib mengaku optimis generasi muda muslim, terutama dari kalangan nahdliyin, bisa menjadi talenta terbaik masa depan untuk Indonesia. Sehingga, pemuda muslim wajib berperan membuat inovasi teknologi yang relevan saat ini.
Tempaan selama di madrasah, pesantren, dan lingkungan yang mendukung tentu saja berperan dalam menggapai cita-cita tersebut.
Baca Juga: Soroti Krisis Adab Bermedsos, Muhammadiyah Gencarkan Isu Kesalehan Digital
“Sebagai santri, sudah dibekali ilmu alat sebagai esensi dasar untuk berpikir kritis dan tuntut, ini menjadi bekal penting,” ungkap dia.
Menurut dia, jika teknologi dipegang pemuda muslim akan menjadi syiar sekaligus bisa mencegah keburukan. Prinsip-prinsip dasar perjuangan dalam hidup menjadikan hal itu akan mudah diwujudkan.
“Sebab, inovasi dan teknologi merupakan bagian dari prinsip mengimplementasikan hal-hal baru yang lebih baik dengan tetap mempertahankan hal lama,” ujar Ainun.
Baca Juga: Kisah Ainun Najib, Santri Desa Jadi Data Scientist Mendunia
Negara-negara maju yang berhasil di bidang riset dan teknologi disebabkan kolaborasi berbagai macam talenta dan bersinergi. Maka itu, kesuksesan yang diraih negara-negara maju saat ini harus menginspirasi pemuda muslim di Indonesia.
“Ini yang harus NU miliki, yaitu bersinergi dalam kemajemukan talenta,” ujar Ainun.
(jqf)