LANGIT7.ID - , Jakarta - Survei Digital Civility Index (DCI) 2020 Microsoft menunjukkan bahwa index
kesopanan digital masyarakat Indonesia berada di peringkat terbawah dari sembilan negara yang terlibat di wilayah Asia-Pasifik.
Hal tersebut dibuktikan langsung di berbagai laman komentar media sosial yang ada.
Ketua Pimpinan Pusat
Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyebut bentuk krisis adab dalam
bermedia sosial seperti banyaknya produksi hoaks, mudahnya ujaran kebencian, saling mencela, dan merusak kehormatan orang lain.
Baca juga: Ajarkan Nilai Kesopanan pada Anak Lewat 7 Cara Islami IniMenurut Dadang, jika hal ini terus dibiarkan maka akan merusak keakraban hubungan warga negara di dunia nyata. Sementara di akhirat, mereka juga menerima dosa.
"Kita perlu memberikan suatu arahan pada masyarakat dan warga Muhammadiyah terkait penggunaan media digital,” ucap Dadang dalam keterangannya, dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (20/12/2022).
Karena itu, Muhammadiyah menjadikan tema
Kesalehan Digital sebagai salah satu isu krusial yang perlu digarap serius oleh Persyarikatan.
“Maka Muhammadiyah perlu memberikan warning pada kita semua perlunya kesalehan atau menggunakan media digital secara baik,” tuturnya.
Kesalehan Digital juga menjadi salah satu isu strategis keumatan yang dibahas dalam Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ke-48 di Surakarta.
Baca juga: Refleksi Idul Adha, Muhammadiyah Ajak Umat Bangun Kesalehan KolektifSejumlah langkah sudah dilakukan Muhammadiyah untuk mengatasi krisis kesopanan digital masyarakat Indonesia. Di antaranya, pada 2019 lalu Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menerbitkan buku berjudul Fikih Informasi.
Sebelumnya, Persyarikatan melalui Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah telah mengawalinya dengan mengeluarkan Kode Etik Netizmu (Netizen Muhammadiyah) yang dikeluarkan pada Rabu, 30 Agustus 2017.
Dadang berharap isu strategis ini juga digarap oleh umat Islam agar menjadikan media sosial sebagai alat untuk menebar kebaikan, dakwah amar makruf nahi munkar dan bukan untuk sekadar bersia-sia.
“Panduan itu memberikan satu bimbingan pada warga Muhammadiyah bagaimana menggunakan media sosial, sebab kalau tidak kita berhadapan dengan akibat-akibat yang sangat merusak,” pungkasnya.
Baca juga: Ahmad Ganis: Kesalehan Sosial Harus Dibangun Para Cendekiawan(est)