Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Soroti Krisis Adab Bermedsos, Muhammadiyah Gencarkan Isu Kesalehan Digital

redaksi Selasa, 20 Desember 2022 - 07:01 WIB
Soroti Krisis Adab Bermedsos, Muhammadiyah Gencarkan Isu Kesalehan Digital
Ilustrasi penyebaran berita hoaks di media sosial. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Survei Digital Civility Index (DCI) 2020 Microsoft menunjukkan bahwa index kesopanan digital masyarakat Indonesia berada di peringkat terbawah dari sembilan negara yang terlibat di wilayah Asia-Pasifik.

Hal tersebut dibuktikan langsung di berbagai laman komentar media sosial yang ada.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyebut bentuk krisis adab dalam bermedia sosial seperti banyaknya produksi hoaks, mudahnya ujaran kebencian, saling mencela, dan merusak kehormatan orang lain.

Baca juga: Ajarkan Nilai Kesopanan pada Anak Lewat 7 Cara Islami Ini

Menurut Dadang, jika hal ini terus dibiarkan maka akan merusak keakraban hubungan warga negara di dunia nyata. Sementara di akhirat, mereka juga menerima dosa.

"Kita perlu memberikan suatu arahan pada masyarakat dan warga Muhammadiyah terkait penggunaan media digital,” ucap Dadang dalam keterangannya, dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (20/12/2022).

Karena itu, Muhammadiyah menjadikan tema Kesalehan Digital sebagai salah satu isu krusial yang perlu digarap serius oleh Persyarikatan.

“Maka Muhammadiyah perlu memberikan warning pada kita semua perlunya kesalehan atau menggunakan media digital secara baik,” tuturnya.

Kesalehan Digital juga menjadi salah satu isu strategis keumatan yang dibahas dalam Muktamar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah ke-48 di Surakarta.

Baca juga: Refleksi Idul Adha, Muhammadiyah Ajak Umat Bangun Kesalehan Kolektif

Sejumlah langkah sudah dilakukan Muhammadiyah untuk mengatasi krisis kesopanan digital masyarakat Indonesia. Di antaranya, pada 2019 lalu Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menerbitkan buku berjudul Fikih Informasi.

Sebelumnya, Persyarikatan melalui Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah telah mengawalinya dengan mengeluarkan Kode Etik Netizmu (Netizen Muhammadiyah) yang dikeluarkan pada Rabu, 30 Agustus 2017.

Dadang berharap isu strategis ini juga digarap oleh umat Islam agar menjadikan media sosial sebagai alat untuk menebar kebaikan, dakwah amar makruf nahi munkar dan bukan untuk sekadar bersia-sia.

“Panduan itu memberikan satu bimbingan pada warga Muhammadiyah bagaimana menggunakan media sosial, sebab kalau tidak kita berhadapan dengan akibat-akibat yang sangat merusak,” pungkasnya.

Baca juga: Ahmad Ganis: Kesalehan Sosial Harus Dibangun Para Cendekiawan

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)