Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home global news detail berita

Ahmad Ganis: Kesalehan Sosial Harus Dibangun Para Cendekiawan

Muhajirin Selasa, 19 April 2022 - 14:00 WIB
Ahmad Ganis: Kesalehan Sosial Harus Dibangun Para Cendekiawan
Dr. Ahmad Ganis (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pelaksana Badan Pembina Yayasan Paramadina, Dr Ahmad Ganis, menilai, kaum cendekiawan harus terjun ke desa-desa untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan. Itu merupakan salah satu cara membina sikap toleransi dan membangun kesalehan sosial.

“Watak toleransi harus dimulai dari diri kita sendiri dan diterapkan pada lingkungan. Karenanya, kaum cendekiawan harus terjun ke desa-desa dan pelosok untuk memerangi kebodohan, kemiskinan dan memajukan pendidikan rakyat di pelosok Indonesia,” kata Ganis dalam diskusi di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Menurut dia, ada tiga penyebab sikap intoleransi dan radikalisme tumbuh di tengah masyarakat. Pertama, radikalisme kerap lahir dari kebodohan, sehingga mudah terprovokasi oleh para influencer. Radikalisme dan intoleransi, kata dia, merupakan sikap yang bukan terjadi begitu saja di tengah masyarakat.

Baca juga: Penyuluh Agama Islam Berperan Jaga Kerukunan di Indonesia

Akan tetapi, yang menciptakan intoleransi justru terjadi pada tingkat influencer masyarakat. kedua, permasalahan itu tidak bisa dipisahkan dari perbedaan sosial ekonomi. Ada jarak yang menganga lebar.

Ketiga, perbedaan-perbedaan pandangan politik yang picik, misalnya atas isu-isu lokal sederhana saja dapat menyebabkan konflik horizontal. Baik antar desa, suku dan antar agama. Itu terjadi misalnya di Ambon, Poso dan tempat-tempat lain.

“Semuanya adalah route of the problem yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan cara-cara damai dan bijak, di mana para intelektual dan semua pihak mengatasi bersama-sama dengan cara-cara damai,” tutur Ganis.

Menurut Ganis, metode penyelesaian masalah intoleransi dan radikalisme dengan model symptomatic therapy, entah dengan approach kekuasaan, transaksional, tidak akan menyelesaikan masalah. Api dalam sekam tetap ada.

Baca juga: Polri Ajak Mantan Pimpinan JI Edukasi Santri soal Bahaya Radikalisme

“Justru semua perbedaan harus dibangun dengan pendekatan-pendekatan batiniah yaitu dengan saling asah, asuh, dan asih. Itulah filosofi bangsa yang semestinya terus diterapkan oleh bangsa Indonesia,” tutur Ganis.

Dia menegaskan, kebhinekaan Indonesia harus dilihat sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Kesatuan dan persatuan Indonesia bukan transaksional, tetapi lebih diikat pada cita-cita dan kesamaan yang luhur serta cinta Tanah Air.

“Keagamaan dan Kebangsaan menyatu oleh rasa cinta tanah air,” ucap Ganis.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)