LANGIT7.ID, Bern - Putra sulung Gubernur Jawa Barat
Ridwan Kamil,
Emmeril Khan Mumtaz yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5/2022) masih belum ditemukan.
Warga negara Indonesia di Swiss, Krisna Diantha, mengatakan arus Sungai Aare cukup deras dan keruh. Sehingga bisa menyulitkan pencarian Eril.
Krisna mengatakan biasanya masyarakat setempat menikmati Sungai Aare, dengan berenang, di bulan Juni atau Juli. Dibandingkan saat ini, bulan Mei, di mana suhu air masih 20 derajat celsius.
Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Swiss, Ini Kronologinya
"Suhu Sungai Aare saat ini suhunya 20 derajat. Selain itu arusnya cukup deras," kata Krisna saat dihubungi Langit7, Sabtu (28/5/2022).
Krisna menyebut pemerintah Bern sebelumnya sudah melakukan tindakan preventif untuk kewaspadaan. Antara lain dengan membuat peringatan titik terakhir untuk naik dan tanda tulisan
"Are You Save? This Is Not a Game"."Ada juga peringatan titik terakhir untuk naik. Juga ada peringatan karena biasa banjir mendadak," tambah Krisna.
Baca Juga: Mengenal Sungai Aare Swiss, Tempat Anak Sulung Ridwan Kamil Hilang
Menurut Krisna peringatan tersebut sebagai pengingat pengunjung bahwa Sungai Aare bisa berbahaya. Dia menambahkan tak sedikit korban yang lalai akibat peringatan tersebut.
"Kebanyakan turis atau pengungsi yang tidak mengenal bahayanya Sungai Aare. Umumnya korban ditemukan sekitar 4-7 hari," tutup Krisna.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisan Bern masih terus mencari Eril dengan mengoperasikan patroli air.
(jqf)