Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tuntaskan Badal Haji Eril, Ridwan Kamil: Selesai Tugas Saya sebagai Ayahnya

Fifiyanti Abdurahman Senin, 11 Juli 2022 - 12:32 WIB
Tuntaskan Badal Haji Eril, Ridwan Kamil: Selesai Tugas Saya sebagai Ayahnya
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta istri Atalia Praratya dan sang putri, Camillia Laetitia Azzahra saat di Tanah Suci Mekkah. Foto: Instagram.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri Atalia Praratya dan putri mereka, Camillia Laetitia Azzahra. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil melakukan badal haji untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril.

"Alhamdulillah, semua proses badal haji atau menghajikan atas nama Eril sudah kami tunaikan. Dari niat sampai proses wajib rukun dan sunnahnya. Selesai tugas saya sebagai ayahnya menyempurnakan iman islamnya. Semoga menjadi Haji Mabrur," tulis Kang Emil dalam unggahan di akun instagram pribadi @ridwankamil, dikutip Senin (11/7/2022).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Program Badal Haji, PPIH: Tidak Dipungut Biaya

Merujuk dari Kementerian Agama, badal haji merupakan kegiatan menghajikan orang yang telah meninggal dunia (yang belum haji) atau menghajikan orang yang sudah tidak mampu melaksanakannya (secara fisik) sebab oleh suatu udzur, seperti sakit yang tidak memiliki harapan sembuh.

Dalam hadist Nabi SAW dijelaskan, "Dari Ibnu Abbas dari al-Fadli: Seorang perempuan dari kabilah Khats'am bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, ayahku telah wajib haji, tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan?'. Jawab Rasulullah, 'Kalau begitu lakukan haji untuk dia!'" (HR. Bukhari, Muslim, dan lain-lain).

Untuk pelaksanaan badal haji terbagi menjadi dua jenis yakni al-ma'dlub dan al-mayyit. Al-Ma'dlub adalah orang dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk pergi ke Tanah Suci, sehingga mereka memerlukan jasa orang lain untuk menggantikannya.

Untuk al-ma'dlub yang memiliki kemampuan finansial boleh dibadalkan jika orang tersebut bertempat tinggal jauh dari Tanah Haram Mekkah dengan jarak lebih dari masafatul qashr.

Sementara, alma'dlub yang sudah di Tanah Suci atau tempat lain yang dekat dari Tanah Haram Mekkah tidak boleh dibadalhajikan, tetapi harus haji sendiri atau dibadalhajikan setelah ia meninggal.

Baca juga: Buat Keluarga Jemaah, Ini Nomor Call Center Badal Haji di Saudi

Akan tetapi, hal ini terjadi jika kondisinya benar-benar tidak memungkinkan untuk melaksanakannya sendiri, maka itu dia dibolehkan dibadalhajikan di saat masih hidup.

Kemudian, jenis al-mayyit adalah haji yang tidak terlaksanakan atau tidak selesai karena yang bersangkutan meninggal terlebih dahulu. Hal ini terbagi dua macam yakni haji wajib (haji islam, nazar dan wasiat) dan haji sunnah.


Syarat badal haji


Orang yang membadalhajikan harus sudah pernah haji terlebih dahulu. Dalam mazhab Syafi'i dan Hanbali dijelaskan bahwa orang yang akan menghajikan orang lain adalah orang yang sudah pernah menunaikan ibadah haji. Jika belum maka hukumnya tidak sah.

Hadis dari Ibnu Abbas menyatakan bahwa "Nabi SAW mendengar lelaki berkata, Ya Allah, aku penuhi panggilan Mu untuk Syubramah. Lalu Nabi SAW bertanya, Siapa Syubramah? Dia menjawab, Syubrama adalah saudaraku atau kerabatku. Nabi bertanya, apakah engkau berhaji untuk diri Anda? Dia berkata, bukan. Lalu Nabi bersabda, berhajilah untuk dirimu, kemudian berhaji untuk Syubramah." (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban, dan Hakim).

Baca juga: Pengertian Badal Haji, Ketentuan Ibadah dan Landasan Hukumnya

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)