Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home masjid detail berita

Masjid Sholeh Darat, Sejarah Perlawanan Ulama Mengusir Penjajah

arif purniawan Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:20 WIB
Masjid Sholeh Darat, Sejarah Perlawanan Ulama Mengusir Penjajah
Masjid Sholeh Darat jadi saksi perlawanan ulama mengusir penjajah. (Foto: Langit7/Arief)
LANGIT7.ID, Semarang - Masjid Sholeh Darat yang ada di Semarang menjadi saksi perlawanan ulama terhadap penjajah. Rumah ibadah ini terinspirasi perjuangan ulama terkemuka di daerah tersebut, KH Muhammad Sholeh bin Umar.

KH Muhammad Sholeh bin Umar lahir di Desa Kedung Cumpleng, Mayong, Kabupaten Jepara tahun 1870 masehi. Beliau wafat pada 18 Desember 1903. Persemayaman terakhirnya berada di pemakaman umum Bergota, Semarang.

Mbah Soleh Darat, nama lain dari Muhammad Soleh, merupakan putra dari Kiai Umar, yang merupakan orang kepercayaan Pangeran Diponegoro, di Jawa Tengah bagian utara. Keturunan Mbah Soleh Darat ini memiliki tiga orang cicit, yakni Gus Lukman, Gus Novan dan dua orang perempuan, salah satunya sudah meninggal dunia.

Keturunan Mbah Soleh Darat tinggal di sekitar masjid. Mereka masih menyimpan peninggalan leluhurnya di antaranya kitab dan kentongan masjid setinggi 1,5 meter yang kini disimpan di sekretariat masjid.

Kenapa disimpan? dikhawatirkan ada bagiannya yang diambil warga karena dianggap memiliki karomah.

"Jadi memang tidak ada bagian yang tersisa materialnya dari langgar panggung yang dibangun KH Sholeh Darat, kecuali kentongan. Pondok pesantrennya informasinya juga dibakar oleh tentara Jepang," kata Ketua Takmir Masjid Sholeh Darat, Khomsin Basri.

Masjid Mbah Sholeh Darat ini dibangun pada 1992. Sejak pembangunannya hingga saat ini, masjid tersebut sudah mengalami pengurukan lahan sampai tiga kali. Pasalnya, lokasi masjid yang berada di Jalan Kakap No 212, Dadapsari, Semarang Utara ini merupakan daerah rob, atau air laut yang tumpah ke darat.

Pantauan Langit7.id bagian dalam ruang shalat pun sudah ditinggikan lebih dari halaman masjid. Atap masjid tersebut, juga semakin dekat dengan lantai sehinga masjidnya seolah seperti 'tenggelam', karena jalan Kakap lebih tinggi dari areal masjid.

"Kami sudah ajukan proposal untuk renovasi ke Pemkot Semarang, tapi memang ada persyaratan yang belum bisa kami penuhi. Karena masjid ini belum dihibahkan, harus mendapat persetujuan dari semua ahli waris," ujarnya.

Di masjid tersebut, setiap malam Senin digelar takliman atau membedah kitab mbah Sholeh yang judulnya Jauharut Tauhid, diasuh oleh Kiai Mukri.

Semasa hidup, Mbah Sholeh Darat berjuang dengan cara menulis kitab, untuk mencerdaskan masyarakat pribumi. Sekaligus untuk menanamkan para santrinya jiwa kebangsaan, dan pada akhirnya bisa menolak penjajah.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)