LANGIT7.ID-Jakarta; Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya hubungan antara ulama dan umara yang dijalankan secara tulus tanpa basa-basi. Ia berharap dukungan para tokoh agama dapat membantu mewujudkan suasana Jakarta yang lebih tenang dan sejuk.
“Dalam pemerintahan saya, saya selalu mengatakan bahwa hubungan ulama-umara itu adalah hal yang paling mendasar. Dan hubungannya nggak boleh setengah-setengah, dan nggak boleh basa-basi, saking nggak basa-basinya,” ujarnya, dikutip Jumat (8/8/2025).
Pramono juga meminta agar hubungan silaturahmi antar tokoh agama dan pemerintah selalu dilandasi kepentingan umat. “Secara sungguh-sungguh saya pengen bahwa penyebaran agama dan juga hubungan silaturahim yang seperti ini, itu betul-betul dilandasi oleh berpikir untuk kepentingan umat jangka panjang,” kata Pramono.
Selain itu, ia berharap hubungan Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta dapat berjalan harmonis. “Beliau (Khoirudin) itu kadang-kadang kaget. Baru WA saya, nggak sampai satu menit pasti saya telepon. Dan apa yang menjadi diskusi kami berdua mudah-mudahan akan juga membuat hubungan antara Balai Kota dan DPRD DKI Jakarta berjalan dengan baik,” imbuh dia.
Pramono menyampaikan hal itu saat meresmikan gedung MDI yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Ikatan Qori’-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah (IPQAH) Jakarta Selatan di Kebayoran Lama, Kamis (7/8/2025). Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Ketua MUI Jakarta Selatan Nawawi Halim, dan sejumlah pejabat lainnya.
Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti setelah Pramono mengucapkan bismillah. Dalam kesempatan itu, ia meminta doa dan dukungan para kiai, ulama, serta habaib agar Jakarta tetap kondusif. “Jadi sekali lagi, saya mohon didoakan, di-support oleh para kiai, para ulama, para habaib, yang mudah-mudahan ini bisa membawa Jakarta lebih tenang, lebih sejuk,” tuturnya.
Ia juga menyinggung pengalamannya saat diundang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan berbicara soal hibah. “Memang kalau sama NU itu cerdas-cerdas banget. Tetapi apapun yang seperti-seperti ini memang perlu dipikirkan. Ini kan organisasi besar. Nggak bisa hanya mendapatkan sesuatu yang kemudian baginya aja sudah susah,” ujarnya.
(lam)