LANGIT7.ID - , Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (
BAZNAS) memberikan bantuan dana sekolah dalam rangka memperingati 12 tahun tragedi
Kapal Mavi Marmara. Bantuan sebesar Rp15 juta diberikan untuk wartawan Surya Fakhrizal, relawan kemanusiaan untuk
Gaza kala itu.
Surya menjadi korban insiden penyerangan
Israel di Kapal Mavi Marmara pada 31 Mei 2010 silam. Akibatnya, Surya harus menjalani operasi akibat tertembak di bagian perut dan berhasil diselamatkan.
Baca juga: Berdayakan Nelayan Perbatasan, Baznas Salurkan 175 Jaring TangkapPimpinan BAZNAS RI, Zainulbahar Noor turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Surya 12 tahun lalu.
"Untuk itu, sebagai bagian bantuan Zakat Muzaki Indonesia atas hal terkait Palestina, kami memberikan bantuan dana sekolah bagi Abdil Barr Bin Surya Fakhrizal," ujar Zainulbahar dalam keterangan yang dikutip Selasa (31/5/2022).
Zainulbahar menjelaskan bantuan tersebut adalah bentuk perhatian BAZNAS terhadap upaya yang dilakukan pejuang kemanusiaan
Palestina. Terutama Surya yang jadi korban penembakan oleh tentara Israel di Kapal Mavi Marmara.
"Saya sudah melihat Pak Surya selama di sana (Palestina), menjadi wartawan yang mengekspresikan dengan baik perjuangan Palestina melalui semua jihadis," katanya.
"Secara proporsional BAZNAS juga berupaya memberikan bantuan bagi Palestina. Umpamanya dua tahun lalu kita mendirikan klinik mata untuk pengungsi Palestina yang ada di perbatasan Jordania dan Syria," ucap Zainulbahar.
Pada kesempatan yang sama, Dubes Palestina, Zuhair Al-Shun mengapresiasi BAZNAS yang ikut membantu perjuangan rakyat Palestina.
Baca juga: Makmurkan Rumah Allah, Baznas-TIKI Renovasi Mushalla di 5 Kota"Kalau diceritakan tentang kekejaman Israel, tidak cukup waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mengisahkannya. Kami mengapreasi dukungan rakyat Indonesia yang ikut berjuang untuk Palestina," tutur Zuhair.
Sebagai informasi, saat ini Surya bekerja sebagai juru kamera untuk Kantor Berita Turki, Anadolu Agency. Sebelumnya Surya menjadi wartawan di Suara Hidayatullah hingga akhirnya berhenti di tahun 2014.
Hadir dalam acara tersebut anggota DPR Fadli Zon, Neno Warisman, Dzikrullah, dan sejumlah pengurus Hidayatullah lainnya.
(est)