LANGIT7.ID, Jakarta - Dinas Pariwisata Kota Batu meluncurkan Batu Culture Festival bersamaan dengan peresmian paket wisata tematik di Kota Batu. Festival ini akan digelar sebulan penuh dengan puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 28 Juni mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan kegiatan ini menjadi barometer seni, dan budaya di Kota Batu dengan menampilkan beragam pagelaran seni, workshop, serta pameran.
"Alhamdulillah kita diizinkan untuk menggelar festival kebudayaan di Kota Batu, kegiatan tahunan yang kita laksanakan selama sebulan penuh ini kita harap bisa memberikan nilai tambah untuk seniman, dan menjadi daya tarik wisata budaya," ungkap Arief Rabu (8/6/2022).
Baca juga: Menparekraf Deklarasi Taman Rekreasi Aman, Nyaman dan MenyenangkanBatu Culture Festival dibuka dengan pemukulan kendang kempul oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso beserta forkompimda di Sendratari Arjunaa Wiwaha, Rabu (8/6/2022).
Arief menjelaskan bahwa berbagai kegiatan akan dilaksanakan dalam festival ini mulai dari kegiatan audisi pertunjukan sendratari berjudul Romantisme Arjuna Supraba, lomba karya tari khas desa dan kelurahan wisata, kompetisi karya sastra Mocopat Kota Batu, pentas sanduk Kota Batu, obyokan reyog, Gelar Rampak Barong se-kota Batu, Sarasehan kebudayaan dan Fine Art Exhibition.
“Satu bulan ini betul-betul menjadi ajang kreativitas dan ekpresi para seniman Kota Batu. Disisi lain kami menyiapkan strategi promosi pariwisata. Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASSPPI) melalui launching paket wisata tematik,” ujarnya.
Ketua ASSPPI Kota Batu, Sujud Hariadi memberikan apresiasi terhadap even pariwisata yang dilaksanakan oleh Pemkot Batu, dia mengatakan para pemimpin di Kota Batu memberikan kebijakan yang tepat.
Baca juga: Tiket Candi Borobudur Mahal, 5 Situs Warisan Dunia Ini Jauh Lebih Murah“Kami bersyukur para pemimpin di Kota Batu memberikan kebijakan yang tepat, sehingga pelaku usaha pariwisata di Kota Batu terselamatkan. Kita beruntung karena banyak usaha saudara-saudara kita di Bali contohnya, tidak terselamatkan,” kata Sujud Rabu (8/6/2022).
Sujud mengungkapkan pasca pandemi Covid-19 ini, kondisi pariwisata di Kota Batu bagus, dan penuh optimisme, hampir semua usaha pariwisata menggeliat, dan diimbangi oleh para pelaku usaha pariwisata melalui launching wisata tematik.
Selaras dengan Sujud, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga mengajak seluruh elemen di Kota Batu bersyukur sebab pada saat pandemi Covid-19 perkembangan ekonomi di Kota batu mencapai minus 10, dan hingga kini sudah menjadi plus 4.
“Sebuah kebangkitan pariwisata yang luar biasa, yang harus kita syukuri bersama. Ini bukan karena kerja Pemkot Batu, bukan kerja pelaku pariwisata, tapi kerja kita semua sehingga Kota Batu kondusif dan perekonomian tumbuh,” ujarnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Batu untuk menjaga dan mengikuti vaksin booster, sebab hingga saat ini vaksin booster di Kota Batu tergolong rendah, dengan pencapaian sekitar 22,2 persen. “Saya berharap ke depan ketika ada pertunjukkan seperti ini bukan hanya kita saja yang melihat, tapi juga dilihat oleh wisatawan mancanegara,” harapnya.
(sof)