LANGIT7.ID, Jakarta - Hidup di dunia disebut fana, segala sesuatu di dunia tidak ada yang abadi dan memiliki akhir. Karena itu seorang muslim harus menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAI) Al Hikmah, Ustaz Taufik Abdillah Syukur mengatakan bahwa seorang muslim hendaknya seperti musafir di dunia. Hal tersebut sebagaimana pesan Nabi Muhammad kepada Ibnu Umar tentang hakikat hidup.
Rasulullah Saw pernah menasehati Ibnu Umar yang ketika itu masih berusia 12 tahun. Sambil memegang pundaknya, Rasulullah bersabda:
Kun fid dunya kaannaka gharib au amil sabil, hiduplah engkau di dunia ini sekan akan engkau adalah orang asing, seakan akan engkau adalah pengembara sementara." (HR Bukhari).
Baca Juga: Presiden Jokowi: KH Dimyati Ulama Besar yang Tawadhu"Kalau misalnya ada orang dari kampung kemudian musafir ke Jakarta, tapi tujuannya ketika hari tua kembali ke kampung. Maka dia akan mencari bekal yang banyak di Jakarta untuk dibawa nanti ke kampung," ujar Taufik kepada Langit7, Jumat (10/6/2022).
Taufik menjelaskan, melalui hadis tersebut Rasulullah memberi pesan kepada umatnya agar menjadikan akhirat sebagai tujuan utama dalam hidup. Sehingga manusia harus menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat.
"Jangan sia-siakan umur kita, jangan sia-siakan masa muda kita, untuk melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya," katanya.
Ia menambahkan bahwa meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat merupakan suatu kebaikan. "Maka perbanyaklah amal salih dan hindarilah maksiat kepada Allah karena umur kita terbatas," tuturnya.
Baca Juga: Dubes RI Konfirmasi Jasad Eril, Anak Ridwan Kamil DitemukanBaca Juga: Thomas Partey Ungkap Nama Baru Setelah Masuk Islam(zhd)