Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Presiden Jokowi: KH Dimyati Ulama Besar yang Tawadhu

fajar adhitya Jum'at, 10 Juni 2022 - 19:01 WIB
Presiden Jokowi: KH Dimyati Ulama Besar yang Tawadhu
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: BPMI Setpres)
LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Mustasyar PBNU, KH Dimyati Rois, Jumat (10/6/2022). Jokowi menyebut Abah Dim adalah seorang ulama Indonesia yang sangat dihormati berbagai kalangan.

"Saya atas nama pribadi, bangsa, dan negara menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya ulama kharismatik Bapak Kiai Haji Dimyati Rois pada hari Jumat, 10 Juni 2022, pukul 01.13 WIB," kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: Mengenang KH Dimyati Rois, Ulama dan Orator Ulung yang Bersahaja

Jokowi menilai Abah Dim merupakan seorang ulama yang senantiasa mengedepankan sikap tawadhu. Keluasan ilmu KH Dimyati selaras dengan perilakunya yang memunculkan kesejukan di hati umat. "Beliau adalah ulama besar yang berpengetahuan luas, tawadu, penuh kesederhanaan, disegani, dan dihormati berbagai kalangan," lanjutnya.

Abah Dim wafat saat baru saja merayakan miladnya yang ke-77 tahun, tepatnya pada 5 Juni 2022 lalu. Abah Dim, lahir di Bulakamba, Brebes dan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

"Semasa hidupnya, Abah Dim juga menjadi teladan kita semua untuk memupuk kemandirian di bidang ekonomi, serta mengajarkan santrinya berwirausaha. Mari kita doakan Abah Dim mendapat tempat terbaik di sisi Allah," tutur Jokowi.

Baca Juga:

PBNU Berduka, Abah Dim Meninggal Dunia Jumat Dini Hari

Gus Miftah Gali Liang Kubur untuk Abah Dim


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)