Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Ini Daftar Startup yang Alami Tekanan Bisnis hingga PHK Karyawan

mahmuda attar hussein Selasa, 14 Juni 2022 - 17:45 WIB
Ini Daftar Startup yang Alami Tekanan Bisnis hingga PHK Karyawan
Ini Daftar Startup yang Alami Tekanan Bisnis hingga PHK Karyawan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Beberapa startup seperti LinkAja, Zenius, TaniHub, dan JD.ID, banyak melakukan PHK terhadap karyawannya. Hal itu dikarenakan kesalahan strategi bisnis.

"Era Growth at All Cost akan segera berakhir. Sinyal di pasar menandakan preferensi yang kuat untuk perusahaan yang dapat menghasilkan uang pada saat ini," kata CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho dalam keterangannya, Selasa (14/6/2022).

Profitabilitas yang kembali menjadi seksi, kata dia, membuat startup harus memotong biaya, merampingkan bisnis, dan menutup usaha yang tidak menguntungkan. Bahkan, sebagian startup ditutup dan kembali fokus pada bisnis intinya, lainnya harus menyesuaikan dengan lanskap pasar yang berubah.

Baca Juga: Jangan Salah Langkah, Ini Strategi Bisnis di Era Digital

"Dalam proses itu pengurangan tenaga kerja kerapkali menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari. Semua itu harus dilakukan untuk memperpanjang laju bisnis mereka, sehingga bisa melewati situasi ini dengan selamat," ujarnya.

Hal itulah yang menyebabkan beberapa startup di Tanah Air harus melakukan PHK terhadap karyawannya. Di antaranya seperti Zenius yang menggunakan dana Rp500 miliar pada Maret tahun ini untuk mengakuisisi Primagama.

"Konsolidasi dan berbagai penyesuaian pun dilakukan termasuk mengurangi 200 karyawannya," ungkap dia.

Tanihub juga memindahkan fokusnya dari model bisnis B2C ke B2B. Konsekuensinya mereka harus menutup dua gudangnya dan mengurangi jumlah tenaga kerjanya.

Hal yang sama juga terjadi pada LinkAja yang harus melakukan penyesuaian karena biaya akuisisi pelanggan yang kini semakin mahal. Apalagi LinkAja tidak memiliki captive market seperti Gopay Shopeepay, dan Ovo.

"Konsolidasi bisnis yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja seperti ini tidak hanya terjadi di dunia startup, perusahaan besar yang sudah mapan juga kerap kali melakukannya," katanya.

Menurutnya, hal itu adalah wujud adaptasi perusahaan yang memang harus dilakukan untuk menjawab dinamika pasar karena senantiasa berubah.

Seperti juga Unilever yang bulan April lalu baru saja memutus ratusan karyawannya. Di mana tekanan kondisi makro dan beban operasional perusahaan, mengharuskan Unilever untuk mengefisiensikan unit bisnis yang tidak menguntungkan.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)