LANGIT7.ID, Jakarta -
Gaya hidup masyarakat di Arab Saudi terbilang santai, seperti tidak mengejar materi dan kekayaan. Namun mereka mendapatkan kemudahan dan rezeki berlimpah.
Hal itu tampak dari video yang diunggah oleh konten kreator Alman Mulyana di kanal YouTubenya. Sebagai TKI, dia menunjukkan betapa lingkungan jalan perumahan elite di sana tampak sepi dari kegiatan dan aktivitas masyarakat.
"Jadi yang saya perhatikan, orang
Arab Saudi kalau untuk ibadah memang rajin. Tapi kalau mengejar duniawi kayaknya malas atau lebih santai," kata dia, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga: 2 Tips Cepat Kaya dan Rezeki Berlimpah, Kerjanya Nyantai BangetDalam video itu, diketahui Alman tengah menyoroti perumahan elite Muhammadiyah 5 di Arab Saudi. Tampak di perumahan elit itu tidak ada portal dan petugas keamanan.
Padahal, di dalam perumahan elite tersebut terdapat Amirah atau keturunan ratu. Namun, mereka tidak memiliki tingkat pengamanan yang ketat.
"Walaupun terlihat tampak malas, tapi mereka di perumahan elite itu tetap mendapatkan rezeki yang berlimpah," ujarnya.
Kata "malas" sendiri tercermin dari pihak perbankan yang baru buka pada pukul 10.00 waktu setempat. Juga aktivitas masyarakat khususnya saat Ramadhan yang baru dimulai pada pukul 12.00 waktu setempat.
Bahkan tidak seperti di Indonesia, di mana pasar sudah buka dan ramai pengunjung sejak dini hari. Sementara pasar di Arab Saudi, disebutkannya baru beroperasi mulai pukul 09.00-10.00 waktu setempat.
"Itu karena mereka tekun beribadah, dan suka berbagi kepada sesama. Saya perhatikan, waktu sholat semuanya berhenti (aktivitas duniawi) dan mereka serentak sholat. Mereka juga mulai aktivitas saat siang," ungkapnya.
Terlebih, kata dia, orang Arab Saudi juga memiliki kebiasaan yang jika dilakukan di Indonesia disebut "Sultan". Di mana mereka sekali mengundang makan, bisa mencapai ratusan bahkan ribuan orang.
"Jadi pelajarannya semakin banyak ibadah dan berbagi, maka rezeki akan dilipatgandakan. Nasihat dari majikan saya, yaitu niatkan mencari dunia hanya sebatas genggaman dan jangan dimasukkan hati. Karena hati tetap harus diisi dengan iman Islam kita."
"Kalau selalu dimonopoli dengan duniawi tidak akan maju hidup kita. Ini patut ditiru, khususnya bagi muslim di Tanah Air. Terbukti dengan mendahulukan urusan akhirat, maka urusan duniawi akan datang dengan sendirinya," tambahnya.
(bal)