LANGIT7.ID - , Jakarta - Siapa pun umat Muslim yang terpilih berangkat memenuhi panggilan Allah SWT ke
Tanah Suci, baik itu umrah atau haji, pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Khususnya, berangkat berhaji, di mana di Indonesia memiliki waktu tunggu cukup lama.
Karena itu, saat menjalankan
ibadah haji dan umrah membutuhkan banyak persiapan, termasuk pakaian. Dari sisi syariat, perempuan mendapatkan kelonggaran dalam berpakaian.
Menurut Founder & CEO HIJUP, Diajeng Lestari, saat beribadah haji dan umrah, perempuan tidak diharuskan berpakaian warna putih atau hitam. Namun, terpenting tidak mencolok.
Baca juga: Niat Ibadah Haji untuk Pamer, Ustadz Nashir: Bikin LelahSelain itu, perempuan juga tidak diharuskan mengenakan
cadar dan sarung tangan. Sehingga jemaah perempuan bisa sedikit bebas dalam berpakaian. Seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari nomor 1838.
"Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan." (HR. Bukhari no. 1838).
Diajeng pun membagikan tips agar jemaah perempuan menyiapkan pakaian yang nyaman berhaji dan umrah tanpa ribet.
Cuaca di Tanah Suci terbilang panas dengan rata-rata suhu harian mencapai di atas 30 derajat Celcius bahkan bisa menginjak 40 derajat Celsius. Diajeng pun menyarakan untuk jemaah perempuan memilih dress berbahan adem dan ringan.
"Setelah menentukan dress yang tepat, kita memilih khimar atau pasangannya tepat pula," ujar Diajeng dikutip dari kanal YouTube HIJUP, Jumat (17/6/2022).
Terkait pilihan warna, pilihlah khimar instan berwarna senada, yang praktis dan memiliki ukuran yang lebar.
"Kenapa khimar, karena kita tidak perlu lagi memakai peniti dan saat bergerak ia tetap tidak berubah. Selain itu, khimar juga memiliki ukuran yang pas untuk menutupi bentuk tubuh. Dari sisi belakang juga cukup, sehingga ketika ingin shalat kita bisa tinggal langsung shalat," katanya.
Baca juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah HajiSelanjutnya, Diajeng mengingatkan untuk menggunakan handshock atau manset. Ini bermanfaat untuk menjaga aurat.
"Terkadang ketika mengenakan dress dan potongan tangannya lebar otomatis tangan akan terlihat. Maka itu penting kiranya memakai handshock sehingga ketika bergerak aurat kita tetap terjaga," ucapnya.
Bagi yang nyaman dan suka mengenakan
hijab segiempat, bisa menggunakannya tetapi dengan ukuran yang lebih lebar.
"Nah, buat yang suka dan nyaman pakai hijab segiempat itu juga bisa dipakai dengan ukuran yang lebih lebar. Sehingga masih bisa menutup bagian dada. Namun untuk gayanya harus yang simpel saja, dan sematkan pin biar sedikit lebih hidup," tutur Diajeng.
Abaya juga bisa jadi pilihan saat dress habis atau kotor semua. Diajeng menyarankan untuk memilih abaya yang berpotongan longgar dan sederhana.
"Abaya dengan potongan longgar dapat membuat kita bergerak dengan sangat nyaman. Karena ia sederhana, jadi kita juga mudah membawanya dan lebih mudah beraktivitas," ujarnya.
Selanjutnya, Diajeng mengatakan akan lebih baik lagi jika abaya dilengkapi dengan kantong untuk memudahkan membawa keperluan. Kemudian, untuk perpaduannya, bisa dipadukan dengan satu set khimar yang dilengkapi niqab, yang bisa digunakan di luar kegiatan ihram.
Terkait pemilihan warna, menurut Diajeng hitam bukan warna wajib saat haji atau umrah. Namun, warna tersebut banyak disukai semua orang sehingga banyak yang mengenakan.
"Saya menyarankan untuk kita menggunakan satu set khimar dan gamis hitam agar memudahkan dalam memadupadankan pakaian," imbuhnya.
Kemudian, ia menambahkan untuk jangan lupa mengenakan gamis dengan resleting di tangan, tujuannya untuk memudahkan ketika berwudhu.
Baca juga: 2 Amalan Ini Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji dan UmrahSelain hitam, warna putih juga merupakan warna kesukaan ketika umrah maupun haji. Agar tidak monoton, bisa dengan memadupadankan dress putih dengan khimar instan berwarna abu-abu.
"Padupadankan dengan khimar abu-abu berbahan stain silk agar kita juga nyaman ketika beraktivitas karena ini bahannya sangat adem dan ringan. Selain itu, khimar ini juga tidak menyulitkan ketika packing," ucanya.
Terakhir Diajeng menyarakan jemaah perempuan untuk menggunakan legging wudhu atau kaos kaki wudhu yang praktis. Sehingga dapat memudahkan segala bentuk pergerakan.
(est)