LANGIT7.ID, Jakarta - Penyelenggaraan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) di Bali diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa AVPN menjadi jaringan investasi sosial nomor satu di Asia dan berpusaat di Singapura.
"Dengan diselenggarakan AVPN di Bali, tentu wisatawan mancanegara akan semakin merasa aman dan nyaman menggelar event-event lainnya di Tanah Air," ujar Sandiaga dalam keterangannya dikutip Ahad (19/6/2022).
Baca juga: Melihat Pasar Benteng Pancasila sebagai Magnet Ekonomi MojokertoSandiaga juga menuturkan bahwa AVPN diharapkan mampu membantu meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka kepercayaan dunia untuk melaksanakan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.
“Banyak event skala nasional maupun internasional yang akan kita dorong, di Bali, di Mandalika, dan sebagainya, tentunya ini akan meningkatkan awareness wisman, sehingga dapat menyalurkan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu sehingga menjadi penunjang kebangkitan ekonomi,” katanya.
Konferensi Global AVPN sendiri akan mempertemukan berbagai filantropis, investor, dan pembuat kebijakan terkemuka dunia untuk mengumumkan aliansi baru, meluncurkan potensi pendanaan baru, dan membentuk kemitraan strategis untuk membantu negara-negara Asia mengatasi kekurangan pendanaan dalam memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Takziah ke Rumah Dinas Ridwan Kamil Di mana hasil dari pertemuan akan menjadi masukan bagi agenda utama KTT G20 sehingga memungkinkan diambilnya tindakan nyata untuk mengkatalisis sumber daya dan modal agar mendatangkan dampak yang lebih besar di Asia.
Sekitar 600 lebih organisasi/perusahaan anggota tersebar di 33 negara, AVPN mempunyai peran unik untuk menghubungkan pemimpin negara-negara di Asia guna mengkolaborasikan modal, bantuan teknis, dan pengaruh kebijakan mereka untuk mengkatalisis modal yang dimiliki kantor, keluarga, yayasan, dan perusahaan-perusahaan di Asia.
AVPN Global Conference 2022 bertujuan untuk membuka pintu pendanaan yang dibutuhkan melalui inovasi seperti pendanaan campuran (blended finance) dan pendanaan gabungan.
Baca juga: Generasi Muda Diharapkan Turut Andil Berwirausaha di Era Digital"Konferensi ini menjadi penting karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang diperburuk oleh dampak Covid-19 dan perubahan iklim, serta mempengaruhi mata pencaharian perempuan dan memperlebar ketimpangan," tuturnya.
Di sisi lain, negara-negara di Asia seperti Indonesia mengalami percepatan eksponensial dan segera menuju 5 besar ekonomi dunia, di tengah upaya India mendorong banyak perkotaan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sementara China sudah berhasil mengangkat lebih dari 770 juta orang keluar dari kemiskinan sejak 1990.
Melihat dua perbandingan di atas dan kesenjangan pasar yang besar pada sektor-sektor yang sedang booming seperti energi terbarukan dan perawatan kesehatan di Asia Pasifik, ini diharapkan bisa menciptakan peluang yang tak tertandingi bagi investor sosial di Asia.
(sof)