LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menggelar kegiatan "Perjalanan Wisata Pengenalan Destinasi Prioritas untuk Pasar Nusantara" dengan melibatkan mahasiswa/mahasiswi Poltekpar NHI Bandung. Salah satunya dengan mengunjungi beberapa destinasi dan desa wistaa di Jawa Barat.
Plt. Deuti Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan daya tarik wisata dan produk kreatif dan memicu anak muda untuk menggali rasa cinta akan budaya dan pariwisata Indonesia.
"Para peserta diajak untuk mengenal potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kampung Naga, Tasikmalaya serta Desa Wisata Saung Ciburial, Garut," ungkap Ni Wayan Giri dalam keterangan persnya dikutip Selasa (21/6/2022).
Baca juga: 1,5 Juta Wisatawan Ditargetkan Berwisata di Pulau DewataNi Wayan Giri juga mengharapkan peserta juga dapat mempromosikan potensi pariwista baik dari segi kuliner, budaya, ekonomi kreatif hingga gaya hidupmelalui akun media sosial masing-masing peserta.
"Pemilihan destinasi tersebut karena keduanya dinilai memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang tinggi. Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya misalnya, merupakan kampung adat yang masih memegang adat tradisi nenek moyang," paparnya.
Para peserta juga diajak untuk mengeksplorasi destinasi wisata di Garut seperti city tour, melihat proses pembuatan dodol garut, Situ Bagendit, dan berkunjung ke Desa Wisata Saung Ciburial.
Ni Wayan Giri menjelaskan bahwa Desa Wisata Saung Ciburial yang terletak di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut merupakan pemenang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021 kategori toilet umum.
"Desa Wisata ini mengusung tema wisata edukasi dimana pengunjung bukan hanya menikmati berbagai sajian paket wisata yang ditawarkan, melainkan juga mengemas berbagai potensi kearifan lokal baik dari segi potensi alam, budaya, sosial, serta kegiatan ekonomi warga sebagai sarana edukasi bagi para pengunjung," jelasnya.
Ni Wayan Giri juga berharap para mahasiswa dapat lebih mencintai budaya dan pariwisata serta dapat mempromosikan desaa wisata sehingga dapat terus berkembang dan menjadi pariwisata andalan di Indonesia.
"Melalui pengembangan desa wisata juga diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan value chain baru, serta menciptakan desa wisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kegiatan tersebut terutama dalam mengenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata tanah air khususnya desa wisata.
Baca juga: Fatima Payman Jadi Muslimah Berhijab Pertama Terpilih sebagai Senator Australia"Pengembangan desa wisata merupakan salah satu fokus program dari Kemenparekraf/Baparekraf yang juga sejalan dengan arahan Presiden karena desa wisata dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan pelestarian lingkungan," ungkap Sandiaga.
Menurut Sandiaga, keberadaan desa wisata diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
"Diharapkan edutrip ini juga dapat memperkenalkan lebih jauh para peserta akan arah pengembangan pariwisata Indonesia yakni menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," tegasnya.
Sandiaga mengatakan bahwa pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan itu di antaranya adalah pariwisata yang mengedepankan empat aspek utama seperti kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.
"Edukasi ini sangat penting dan kita akan maksimalkan potensi pariwisata nusantara. Wisatawan nusantara terbukti telah menjadi tulang punggung pariwisata kita pada 2020-2021 saat kita diterpa pandemi," kata Sandiaga.
(sof)