Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sosok muslim detail berita

Fatima Payman, Muslimah Berhijab Pertama yang Terpilih Jadi Senator Australia

Muhajirin Selasa, 21 Juni 2022 - 17:41 WIB
Fatima Payman, Muslimah Berhijab Pertama yang Terpilih Jadi Senator Australia
Fatima Payman (foto: AAP)
LANGIT7.ID - Fatima Payman menjadimuslimah berhijab yang memenangkan kursi Senat dari Australia Barat. Dia merupakan pengungsi dari Afghanistan bersama orang tua dan tiga saudaranya.

“Kami menang!!! Saya dengan bangga mengumumkan bahwa saya telah resmi terpilih sebagai Senator untuk Australia Barat. Terimakasih semuanya atas cinta dan dukungan Anda! Kami berhasil,” tulis Fatima di akun Facebook-nya, Selasa (21/6/2022).

Fatima dibesarkan di pinggiran utara Perth. Tak mudah menjalani hidup sebagai pengungsi. Sang ayah harus bekerja keras untuk menafkahi Fatima bersaudara. Sang ayah bergonta-ganti pekerjaan, bekerja di restoran, satpam, dan sopir taksi.

Fatima belajar nilai-nilai kerja keras dan ketekunan dari sang ayah. Dia mendapat pelajaran penting itu dengan melihat sang ayah tak kenal lelah dalam menafkahi keluarga.

Baca Juga: Dalia Mogahed, Muslimah Berhijab Pertama di Gedung Putih

Pada 2018, Fatima kehilangan sang ayah karena Leukemia. Ini menjadi titik balik Fatima perjuangannya untuk keluarga. Sebagai anak tertua, dia menggantikan posisi sang ayah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dia lalu terlibat dalam beberapa gerakan untuk menyuarakan aspirasi perempuan. Dia mulai menjadi sukarelawan dengan mengumpulkan dana untuk Penny Appeal Rice Center untuk meningkatkan keterampilan anak muda.

Sejak 2017, Fatima bekerja sama dengan Polisi WA dalam menyelesaikan berbagai masalah di kalangan anak muda.

Bercita-cita Menormalisasi Hijab di Australia

Fatima tetap mengenakan hijab meski menjadi senator di negara minoritas muslim. Dia menyebut hijab tak pernah mengganggu aktivitasnya sebagai senator. Di sisi lain, dia menjadi muslimah pertama yang mengenakan hijab di parlemen Australia.

Baca Juga: Mengenal Aktivis Muslimah dari Berbagai Negara, Berjuang Lawan Ketidakadilan

“Saya ingin menormalkan pemakaian hijab. Saya berharap dapat menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Australia lainnya, bahwa hanya karena Anda percaya pada Tuhan, atau hanya karena Anda terlihat berbeda, seharusnya tidak menghalangi Anda untuk terlibat dalam institusi yang begitu penting,” tutur Fatima, dikutip laman The Guardian.

Muslimah berusia 27 tahun itu mengungkapkan, jika parlemen Australia tidak mencerminkan masyarakat secara umum, maka tidak mungkin suara pemerintah bisa didengar oleh rakyat.

Di sisi lain, dia ingin menentang para senator anti-hijab. Dia mencontohkan salah satu senator bernama Pauline Hanson yang pernah mengenakan burqa di Senat. Namun, bukan untuk mendukung hijab, tapi bagian dari aksi politik untuk menyerukan larangan pakaian muslim.

“Saya ingin mengatakan, saya berharap Pauline tidak melakukannya. Tapi tidak apa-apa, mungkin saya akan mengajarinya bagaimana saya memakai jilbab,” kata Fatima.

Baca Juga: Ars-Vita Alamsyah, Muslimah Berjilbab Jadi Tim Antariksa Elon Musk

Inspirasi Terjun di Dunia Politik


Fatima menceritakan, semangat terjun ke dunia politik berkat sang ayah. Ayahnya selalu berbicara tentang politik usai makan malam. Sang ayah bercerita demikian berharap bisa kembali ke Afganistan untuk menjadi anggota parlemen di sana.

“Dia tidak pernah punya gambaran bahwa suatu hari putrinya bisa mencalonkan diri di Senat di Australia,” katanya.

Setelah sang ayah meninggal pada 2018 lalu, Fatima aktif di dunia politik. Dia bergabung dengan Serikat Pekerja Bersatu sebagai kendaraan. Dia melihat serikat itu merupakan wadah untuk memperjuangkan gaji dan kondisi yang lebih baik.

Dia bergabung ke serikat itu karena melihat perjuangan sang ayah menafkahi keluarga saat masih jadi buruh. Dia ingin pengorbanan sang ayah tidak sia-sia. Sehingga, dia ingin mengadvokasi pekerja agar mendapatkan tempat istimewa di Australia.

Fatima mengaku tidak terganggu dengan status muslimah berhijab pertama di Senat Australia. Dia akan terus memperjuangkan hak-hak buruh di Australia. Hijab merupakan kewajiban yang harus dia jalankan sebagai seorang muslimah.

Baca Juga: Di Jerman, Profesor Muslimah ini Kembangkan Relasi Baik Manusia-Teknologi

“Ya, saya adalah wanita berhijab pertama di parlemen, tetapi nilai-nilai buruh saya yang membawa saya ke sini,” katanya.

Dia mengatakan, setiap orang punya hak sama. Sebagai seorang yang berlatar belakang migran dan muslim, dia selalu menekankan tentu tujuannya berada di Parlemen. Dia ingin memperjuangkan hak-hak buruh.

"Saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang adil terlepas dari mana mereka berasal dan apa yang mereka yakini,” kata Fatima.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)