LANGIT7.ID, Jakarta - Prof. Zeyned Tuncer merupakan muslimah asal Jerman yang mengembangkan interaksi manusia-komputer. Sehari-hari, ia adalah professor dan kepala Ilmu Komputer di Wilhelm Büchner Hochschule - Mobile University of Technology di Darmstadt, Jerman.
Di kampus tersebut, Zeyned menempati kepakaran bidang informatika media dan interaksi manusia-komputer (HCI). Dia fokus meneliti transformasi teknologi masa depan dalam kolaborasi dengan industri.
Latar belakang pendidikan Zeyned memang tak jauh-jauh dari teknologi. Ia pernah mengambil Diploma dalam
Technical Informatics Engineering dan MSc dalam 'Barrier-Free Systems-Intelligent Systems di Frankfurt University of Applied Sciences (FUAS).
Dia memiliki gelar Ph.D dari Universitas Hohenheim pada
Usability of Agricultural Engineering dan telah mengajukan empat hak paten. Sekarang ia sebagai profesor di Wilhelm Büchner Hochschule yang bertanggung jawab atas program master di Media Informatika, Interaksi Manusia-Komputer dan juga untuk gelar sarjana Media Digital.
Selanjutnya, sebagai
Ombudsperson, Zeyned memastikan Wilhelm Büchner Hochschule mematuhi aturan praktik ilmiah yang baik dalam penelitian. Dia juga mendapatkan pengalaman bekerja di beberapa perusahaan ternama seperti Bosch/Siemens/Home Appliances GmbH, Daimler AG, Ford-Werke GmbH dan John Deere GmbH & Co. KG.
"Singkatnya rasa ingin tahu saya untuk mengembangkan teknologi yang melayani umat manusia," kata Zeyned, dikutip akun
Facebook Muslim Scientists Europe, Sabtu (5/2/2022).
Zeyned mengaku sangat menyenangi profesinya saat ini, terutama di bidang pengajaran dan penelitian. Di sisi lain, dia juga berurusan dengan banyak topik seperti interaksi manusia-komputer, ilmu media, kegunaan, pengalaman pengguna, kecerdasan buatan, virtual dan
augmented reality, transformasi teknologi masa depan dengan fokus pada metode pembelajaran dan pengajaran.
"Yang paling penting untuk semua teknologi yang berbeda ini adalah fokus yang kuat pada sisi pengguna, sehingga desain yang berpusat pada pengguna sebagai model pendekatan dan psikologi (misalnya persepsi, perilaku, desain manusia) memainkan peran penting," ucapnya.
Zeyned mengakut jatuh cinta dengan bidangnya saat ini. Itu menjadi kabar baik bagi para mahasiswa, karena pengajar yang memiliki kecintaan pada bidangnya akan selalu bersemangat berbagi ilmu pengetahuan.
Sebagai muslimah, Zeyned mengaku tak membeda-bedakan setiap mahasiswanya. Ia mengajar semua mahasiswa meski berbeda keyakinan. Dunia profesional tergantung pada keterampilan sosial dan teknis.
"Yang lebih saya perhatikan adalah penguatan jumlah perempuan di bidang teknis. Sayangnya, jumlah wanita di sana sangat sedikit. Saya berharap ini akan berubah dalam waktu dekat," ucapnya.
(jqf)