LANGIT7.ID, Solo - PSIS Semarang membuka kans lolos ke babak perempat final Piala Presiden 2022 setelah mengalahkan Persis Solo dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, pada Selasa (21/6/2022) malam. Pertandingan yang disaksikan puluhan ribu suporter tersebut berlangsung dengan keras dan tensi tinggi.
Dalam laga derby Jawa Tengah ini, PSIS unggul lebih dulu melalui sundulan Alfreanda Dewangga memanfaatkan umpan dari Fredyan Wahyu pada menit ke-36. Laskar Sambernyawa kemudian menyamakan kedudukan lewat tandukan kepala Fabiano Beltrame, memanfaatkan lemparan ke dalam di menit ke-45 +2
Penentu kemenangan bagi Laskar Mahesa Jenar adalah Carlos Fortes, yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68. Lagi-lagi Fredyan Wahyu memberikan assist bagi gol yang mengantarkan PSIS unggul dalam derby Jawa Tengah tersebut.
Baca juga: PSIS Menang Telak 6-1 atas Persita, Sergio Alexandre: Terima KasihDengan kemenangan ini, PSIS mencatatkan poin 7 dari 3 kali pertandingan dan bertengger sebagai pemuncak klasemen sementara di Grup A. PSS Sleman yang baru mengantongi 4 poin bertengger di posisi kedua, sementara Persita Tangerang dengan poin 3.
Dewa United dan Persis Solo masing-masing berada di posisi empat dan lima karena baru mengantongo 1 poin.
Pelatih PSIS Sergio Alexandre mengaku sangat puas dengan hasil yang dicapai anak asuhnya setelah bisa memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Para pemain sudah menunjukkan organisasi permainan yang baik, kemudian transisi dari menyerang ke bertahan juga bagus. Para pemain juga tampil dengan penuh semangat.
“Hasil ini sesuai yang kami harapkan. Suporter sudah mempertontonkan dukungan yang bagus kepada tim,” kata Sergio seusai pertandingan.
Dua pemain asing yang sebelumnya absen, yakni Ali Sesay dan Jonathan Cantillana juga sempat dicoba pelatih Sergio Alexandre meski baru beberapa hari bergabung bersama tim.
Baca juga: Bali United Imbangi Persib 1-1, 9 Pemain Diganjar KartuTerkait dengan performa dua pemain tersebut, Sergio menilai bahwa Ali Sesay karena baru saja bergabung dia harus bisa beradaptasi dengan tim, dan juga meningkatkan komunikasi dengan pemain belakang lainnya.
“Jadi Ali Sesay kami turunkan di babak kedua karena tidak ikut latihan sejak awal seperti pemain lainnya . Terkait laga dengan banyak kartu kuning dan ada kartu merah itu wajar dalam sepak bola denga tensi tinggi dan laga derby. Tidak ada masalah ofisial kami dapat kartu merah,” ucapnya.
(sof)