alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Minggu, 26 Juni 2022
home global news detail berita

Perang Dingin Cak Imin dan Yenny Wahid Kembali Mencuat, Bermula dari Rebutan Amplop

Muhajirin Kamis, 23 Juni 2022 - 18:30 WIB
Perang Dingin Cak Imin dan Yenny Wahid Kembali Mencuat, Bermula dari Rebutan Amplop
Cak Imin dan Yenny Wahid (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Perang dingin antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) kembali mencuat. Keduanya terlihat saling sindir di Twitter.

Berawal dari pernyataan Yenny Wahid yang meminta politikus tidak terlalu memaksakan diri maju di Pilpres 2024. Yenny lantas menyebut Cak Imin dengan PKB-nya agar tidak berseberangan dengan PBNU.

Pernyataan itu lalu mendapat reaksi Cak Imin. Dalam cuitannya, Cak Imin menegaskan Yenny Wahid bukan kader PKB sehingga tak berhak mengatur PKB. Dia juga mengaku prihatin lantaran Yenny tak berhasil saat membangun partai politik.

Baca Juga: Cak Imin Pegang Tongkat Megawati, PKB: Kode Alam Jadi Presiden 2024

“Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali pemilu menyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik suaranya. Jadi, buat apa ikut-ikut mengatur PKB, hidupi saja partaimu yang gagal,” tulis @cakiminNOW.



Yenny Wahid lalu merespons cuitan yang dilontarkan Cak Imin tersebut melalui akun pribadinya @yennywahid. “Ndak usah baper, to, Cak dan memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya, kan, PKB Gus Dur,” tulis Yenny Wahid.

Yenny lalu balas meragukan jika Cak Imin bisa sukses jika membentuk partai sendiri. “Cak Imin juga belum tentu, lo, bisa bikin partai sendiri, kan, biasanya mengambil partai punya orang lain,” tutur Yenny.



Baca Juga: Gerindra dan PKB Sepakat Kerja Sama Hadapi Pemilu 2024

Awal Mula Perseteruan Cak Imin dan Yenny Wahid

Ketegangan Cak Imin dan Yenny Wahid bermula sudah berlangsung lama sekali. Ketegangan itu bermula pada 2008 lalu. Kala itu, Gus Dur memecat Muhaimin Iskandar dari posisi Ketua Umum Dewan Tahfidz. PKB berada di ambang perpecahan.

Ketegangan itu cukup menarik perhatian publik. Pasalnya, Cak Imin merupakan keponakan Gus Dur. Yenny Wahid yang ingin menjaga marwah sang ayah menolak memberi pintu damai bagi Cak Imin.

Selanjutnya, aksi saling klaim dan gugat dilancarkan. Suhu ketegangan itu makin panas terutama jika mendekati Pemilihan Umum (Pemilu). Pada 9 Juli 2008, Yenny Wahid dan Cak Imin sempat mendapat sorotan, saat keduanya berebut amplop berisi nomor urut kampanye PKB di Kantor KPU.

Kala itu, Yenny Wahid maupun Cak Imin sama-sama mengklaim mewakili PKB untuk mengambil nomor urut partai untuk Pemilu 2009. keduanya pun hadir di Kantor KPU Pusat.

Baca Juga: Yenny Wahid Dirikan Pesantren Programmer di Sleman, Yogyakarta

Yenny awalnya tidak senang dengan sikap KPU yang mengundang Cak Imin ke Kantor KPU. Dia lalu melobi Ketua KPU, Abdul Hafidz Anshary, agar kursi untuk PKB diduduki Ketua Umum PKB Gus Dur, Ali Masykur Musa.

Akan tetapi, lobi yang dilancarkan Yenny Wahid tidak berhasil. Yenny akhirnya dengan berat hati duduk di belakang Cak Imin. Saat tiba giliran PKB mengambil Nomor urut kampanye, keduanya sama-sama maju dan masing-masing mengambil satu amplop.

Namun lagi-lagi Cak Imin ‘menang’. Yenny mendapat teguran dari KPU untuk mengembalikan amplop. Namun, Yenny langsung merobek amplop tersebut. Dia mendapat teguran lagi.

Kemudian, Ketua KPU akhirnya meminta Yenny Wahid dan Cak Imin mengambil ulang amplop secara bersamaan. Lalu, keduanya memperlihatkan amplop berisi nomor urut ke parpol lain.

Setelah itu, Cak Imin membawa amplop itu sendiri. Hingga akhirnya Cak Imin berhasil menguasai PKB sampai saat ini. Semoga, ketegangan itu cepat berakhir dan keduanya kembali akur dan membangun PKB bersama-sama.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Minggu 26 Juni 2022
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Baqarah:21 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
QS. Al-Baqarah:21 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan