LANGIT7.ID, Jakarta - Ternyata ada lahan subur yang menjadi tempat berkembangnya perkebunan di
Arab Saudi. Padahal negara tersebut terkenal gersang dan sulit ditumbuhi tanaman.
Khulais, sebuah provinsi di Makkah yang lahannya dijadikan salah satu warga setempat sebagai lahan
perkebunan. Bahkan, beragam varietas tumbuhan dan sayuran tumbuh subur di sana.
Ialah Sofian Al-Bishri, seorang CEO Mojan Farms yang mampu mengubah lahan gersang itu menjadi produktif. Pria 24 tahun itu berhasil menghijaukan lingkungan yang kebanyakan dianggap mustahil.
"Walaupun kekurangan air, kami membangun ekosistem penuh menggunakan metode pertanian berkelanjutan seperti penyerbukan lebah, teknologi air asin hidroponik, dan sistem pemantauan otomatis," kata dia seperti dilansir
Arab News, Senin (27/6/2022).
Baca Juga: Bakso Murah Meriah di Arab Saudi, Obat Rindu Jemaah Haji IndonesiaDi lahan keluarga seluas 15.000 meter persegi itu, Al-Bishri mendirikan Mojan Farms yang dirintisnya sejak 2020 lalu. Kini telah memiliki lima rumah kaca yang masing-masingnya berisi jenis sayuran berbeda.
"Teknologi hidroponik memungkinkan budi daya tanaman tanpa tanah, dengan akar yang tumbuh dalam larutan nutrisi cair, atau di dalam bahan lembap yang lembab seperti Rockwool dan Vermikulit," katanya.
"Pertanian ini memiliki berbagai tanaman, termasuk kemangi, kubis Jepang, selada dan tomat ceri. Setiap rumah memiliki ekosistem yang terpisah, dengan tujuan mencegah kontaminasi silang," ungkapnya.
Mojan Farms yang dikembangkannya pun ramah lingkungan. Sebab, dia menggunakan sistem menangkap dan menggunakan kembali air, sehingga tidak terbuang begitu saja.
“Kami menggunakan irigasi tetes untuk mengurangi pemborosan air hingga 40 persen. Bicara air buangan, kami menggunakan polimer untuk menahan air dan merubahnya menjadi gel, sehingga memberikan cukup waktu bagi tanaman untuk menyerapnya,” jelasnya.
Hebatnya, rumah kaca Mojan juga dilengkapi dengan sistem sensor dan perangkat pintar lainnya. Di mana semua kerja pemantauan dapat dilakukan secara otomatis.
Berkat inovasinya itu, dia mampu menanam tanaman yang dibutuhkan industri. Bahkan, hasil panennya telah digunakan untuk kebutuhan restoran, distributor dan importir.
"Pertanian ini menghasilkan panen 300-400 kilogram produk setiap bulan. Kami berencana untuk menanam lebih dari 3.000 pohon mangga sebagai investasi jangka panjang ke depan," ungkapnya.
(bal)