Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Rektor ITB-AD: Pertumbuhan Ekonomi Bukan 7,07%, yang Benar 1,57%

fajar adhitya Jum'at, 06 Agustus 2021 - 14:52 WIB
Rektor ITB-AD: Pertumbuhan Ekonomi Bukan 7,07%, yang Benar 1,57%
Rektor Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Mukhaer Pakkanna. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) pada triwulan II-2021 menuai sorotan dari sejumlah pihak. Logikanya, jika ekonomi tumbuh signifikan maka akan mampu menyerap lapangan kerja dan kemiskinan pasti menurun. Nah, bagaimana realitasnya?

Rektor Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Mukhaer Pakkanna, menjelaskan, sesungguhnya pertumbuhan ekonomi Q2 (April-Juni) 2021 adalah 1,75%, bukan 7,07%. "Karena basis hitungan Q2 2021 adalah Q2 (April - Juni) 2020 lalu yakni -5,32%. Artinya, jika direkap maka pertumbuhan ekonomi Q2 2021 adalah -5,32% ditambah 7,07% sama dengan 1,75%," kata Mukhaer yang juga pengamat ekonomi ini di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Menurut dia, BPS mengambil hitungan low base untuk Q2 (Year on Year). Sehingga terlihat tinggi. Muncullah low base effect untuk di blow up supaya terlihat kinclong. Dia mengatakan, terlihat pula kalau semua sektor terdongkrak tinggi karena basis hitungan pada angka yang minus.

Ini artinya, pseudo-growth (pertumbuhan Prank alias semu). Coba lihat fakta Q2 2021 pengangguran dan kemiskinan membumbung tinggi, roda ekonomi berhenti, lapangan pekerjaan sungguh sangat sulit, dan lain-lain.

"Mana mungkin pertumbuhan 7,07% tapi pada faktanya lapangan kerja tidak tersedia. Logikanya, jika ekonomi tumbuh signifikan maka akan mampu menyerap lapangan kerja dan kemiskinan pasti menurun," tuturnya.

Dia menyampaikan, tanpa mendahului takdir untuk Q3 pada Juli- September 2021 nanti, pasti akan tergerus di bawah angka 7%. Karena basis hitungannya Q3 2020 yang angkanya lebih baik dari Q2 2020. Ini tandanya apa? Tren ekonomi ke depan kurvanya berbentuk "W" alias Kurva ajrut-ajrutan, naik-turun, naik-turun, dan seterusnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/8), mengatakan, jika dibandingkan dengan triwulan II-2020 atau secara year on year (yoy), maka ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen.

Margo menyatakan pertumbuhan ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah yang gencar dalam menjalankan program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Tak hanya itu, pertumbuhan juga dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi global terutama beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia seperti China tumbuh 7,9 persen, Singapura 14,3 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Vietnam 6,6 persen. "Pulihnya ekonomi pada negara yang menjadi mitra dagang kita itu mendorong permintaan luar negeri jadi ekspor kita meningkat," ujarnya.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)