LANGIT7.ID, Bali - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)
Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan "Oceanman Bali 2022".
Event yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara ini merupakan kompetisi renang perairan terbuka yang digelar di Pantai Muaya, Jimbaran, pada 1-2 Juli 2022.
Menurut Sandiaga, Oceanman Bali 2022 melibatkan berbagai pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di
Bali. Sehingga memberikan dampak secara langsung terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Dieng Culture Festival 2022 Digelar September Mendatang"Setiap acara atau event yang melibatkan UMKM selalu bisa menggeliatkan ekonomi. Dan
sport tourism itu tidak hanya dapat (menggeliatkan) olahraga dan kegiatannya tapi juga (pemasaran) produk-produk UMKM lokal," kata Sandiaga dalam keterangan resminya usai berpartisipasi dalam Oceanman Bali 2022, Sabtu (2/7/2022).
Oceanman Bali 2022 diikuti oleh 461 peserta, yang terdiri dari 386 peserta lokal dan 75 peserta asing dari 14 negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Spanyol, Rusia, Ukraina, Belarusia dan Vietnam. Empat kategori yang dipertandingan yaitu Oceankid dengan jarak 1 kilometer, Sprint Oceanman 2 kilometer, Half Oceanman 5 kilometer, dan Oceanman dengan jarak 10 kilometer.
Rute ajang ini membentuk pola segitiga dengan jarak sisi terpendek 333,3 m. Sementara di sisi menengah 666,6 m dan sisi terluas untuk kategori Oceanman masing-masing sisi berjarak 1,66 km.
Baca Juga: Wisatawan Diimbau Persiapkan Diri Sebelum Berlibur ke DiengSandiaga mengungkapkan para peserta yang berpartisipasi juga memberikan dampak besar bagi kebangkitan sektor
pariwisata dan
ekonomi kreatif di Bali. Ia melihat banyak peserta yang memboyong keluarganya untuk berwisata ke Bali.
Melihat antusiasme ini, Kemenparekraf mendorong peningkatan pelaksanaan
event-event berbasis
sport tourism di Indonesia. "Kita harus dorong karena setiap event baik yang berskala daerah sampai yang berskala internasional. Ini luar biasa dampaknya," kata Menparekraf.
Lebih lanjut, guna menjaga momentum kebangkitan pariwisata ini, Sandiaga mengatakan perlu ada pemerataan kunjungan wisatawan ke seluruh wilayah Pulau Bali. Sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Bali bagian selatan.
"Kalau wisatawan bertumpuk semua di Bali selatan, maka akan terjadi
overcrowding dan
overtourism. Agar tidak
overtourism, kita akan mengangkat daerah-daerah yang butuh sentuhan
event-event dan kegiatan pariwisata," ungkap Sandiaga.
Baca Juga:
Penerapan Aplikasi Smart Tourism Dorong Kemajuan Parekraf
Kemenparekraf Minta Pengelola Destinasi Wisata Bisa Manfaatkan Libur Sekolah(asf)