LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang sufi asal Anatolia Tengah, Turki, Nasruddin Hoja memiliki sebuah keledai yang amat malas. Saking lambatnya berjalan, jarak yang hanya satu kilometer bahkan harus ditempuhnya sampai berjam-jam lamanya.
Suatu hari, Nasruddin hendak pergi ke suatu tempat mengendarai keledai malasnya tersebut. Di tengah perjalanan, dia berpapasan dengan seorang kawan dan terjadilah komunikasi.
"Hei Nasruddin. Kau mau ke mana?", sapa kawannya itu.
"Aku mau shalat Jum’at di kampung sebelah," jawab Nasruddin enteng.
Mendengar jawaban Nasruddin, kawannya lantas terheran-heran. "Lho, tapi ini kan masih Kamis?"
"Iya, aku tahu," kata Nasruddin.
"Tapi keledaiku ini amat istimewa, dia lambat sekali kalau berjalan. Aku sudah bersyukur kalau besok bisa tiba di masjid itu tepat pada waktunya," ungkapnya.
Kisah ini ditulis oleh Muhibin dalam bukunya Shalat Jum’at di Hari Kamis: 101 Kisah Jenaka Nasruddin Hoja. Berbeda dengan Rumi yang terkesan lebih serius dalam dunia sufi, Hoja lebih fleksibel dan jenaka dalam menawarkan jalan kearifan sehingga dikenal sebagai sufi satirikal.
Diketahui, Hoja lahir di desa Khortu, Sivri Hisar, Anatolia Tengah, Turki pada 776 Hijriah atau 1372 Masehi. Dia meninggal dunia di kota Ak-Shehir, Provinsi Konya pada 838 Hijriah atau 1432 Masehi dan dimakamkan di kota itu.
Menurut pendapat yang masyhur, Hoja hidup pada akhir abad ke 14 dan awal abad 15. Baik Rumi dan Hoja, keduanya pada era modern mendapat penghargaan dari Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai tokoh yang ikut memperkaya khazanah kemanusiaan di dunia.
(asf)