LANGIT7.ID, Jakarta - Valentino Rossi akhirnya memutuskan pensiun di ujung perhelatan MotoGP 2021. Rossi gagal menggenapi sembilan gelar juara dunia milikinya menjadi 10 dan karena hal tersebut dia menyesalinya.
Musim 2009 menjadi musim terakhir Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP. Keputusannya bergabung dengan Ducati setahun kemudian ternyata salah. Meninggalkan Yamaha justru membuat Rossi tidak kompetitif.
Hal tersebut ditandai dengan jarangnya Rossi naik podium. Bayangkan, dalam dua tahun bersama Ducati dirinya hanya dua kali berhasil naik podium.
Catatan buruk bersama pabrikan motor asal Italia membuat Rossi kembali ke Yamaha pada 2021. Hanya saja, penampilannya tidak semoncer musim-musim sebelumnya. Rossi kesulitan bersaing dengan para rider-rider muda potensial. Prestasi terbaik
The Doctor hanya menjadi
runner-up tiga musim beruntun.
Kehebatan Rossi menunggangi kuda besi perlahan termakan usia. Sementara, setiap musimnya selalu lahir pebalap muda berbakat yang siap berebut mahkota juara. Pebalap berambut kriting itu pun perlahan kian kesulitan mewujudkan mimpi menggapai gelar ke-10.
Keburuntungan Rossi pun kian usang saat dirinya ditendang secara halus Yamaha ke tim satelit Petronas Yamaha SRT. Setidaknya pebalap asal Italia itu hanya mampu tiga kali mendulang poin dalam sembilan balapan. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pensiun dari MotoGP yang membesarkan namanya.
"Aku menyesal tidak bisa memenangkan gelar kesepuluh padahal aku merasa pantas mendapatkannya dengan cara balapanku," kata Rossi dikutip dari Motor Italia.
"Aku kehilangan dua titel juara dunia dalam dua balapan terakhir dan ku pikir pantas mendapatkan satu di antaranya. Namun aku tidak boleh mengeluh meski begitulah adanya," ungkapnya.
Diketahui, Rossi kini menginjak usia 42 tahun, yang 26 tahun dilaluinya dengan balapan di atas kuda besi dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya. Setidaknya, sejak debut pada 1996, dia mampu membuktikan berpindah tim (sebelumnya Honda ke Yamaha) tetap mampu mengukir prestasi. Namun, hal tersebut tidak terjadi saat dirinya memutuskan pindah dari Yamaha ke Ducati.
"Balapan bersama Ducati memang sulit karena kami tidak menang. Namun aku tidak menyesal dengan segala keputusanku dan itu menjadi tantangan besar," ujarnya.
(asf)