LANGIT7.ID, Jakarta - Dinas Pariwisata Riau akan menggelar Subayang Festival pada 15-17 Juli 2022 di Desa Wisata Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Tema yang diangkat bertajuk Sound of Rimbang Baling.
Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai upaya menjaga alam dan memelihara kultur di wilayah Subayang. Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat menjelaskan, tema tersebut memiliki semangat menduniakan pariwisata di Subayang.
Pasalnya, wilayah tersebut memiliki pesona wisata yang indah di antaranya Bukit Rimbang dan Bukit Baling sebagai latar yang menyajikan persatuan antara kultur dan alam.
Baca juga: Keunikan Desa Wisata Silokek, Masuk 50 Besar ADWI 2022"Festival ini melibatkan seluruh pihak yang berkompeten mulai dari tokoh adat setempat hingga Kementerian Pariwisata RI," kata Roni dalam keterangannya dikutip Jumat (8/7/2022).
Menurutnya, masyarakat dapat menyaksikan ragam kearifan lokal seperti tradisi lubuk larangan. Tak semata soal memelihara keberlangsungan biota tapi juga menghadirkan filosofi, spirit dan inspirasi.
"Subayang adalah gugus 16 desa adat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar. Sebuah negeri tua dengan peradaban yang terbentang sangat panjang. Historia Bukit Rimbang dan Baling plus daerahnya yang tercakup sebagai kawasan suaka menyebabkan Subayang sedemikian menarik," ujarnya.
"Air Terjun, liuk sungai, hamparan Bukit Rimbang dan Baling jadi saksi atas keteguhan memegang adat di tengah era yang terus berubah," ujar Roni.
Subayang dan Rimbang Baling sejatinya sedemikian identik. Bukit Rimbang dan Bukit Baling yang mengingatkan pada tragedi romusha itu menjadi latar atas Subayang.
Pemerintah menetapkan kawasan Bukit Rimbang Baling sebagai kawasan Suaka Margasatwa. Ekosistemnya juga diklaim mewakili ekosistem Sumatera.
"Tema lingkungan memang jadi salah satu topik menarik ketika kita membicarakan. Subayang. Godaan untuk mengubah hutan menjadi perkebunan sedemikian besar. Isu pembalakan liar juga belum benar-benar usai. Salah satu solusi adalah memperkuat Subayang sebagai kawasan wisata," ucap Roni.
Baca juga: Tempat Wisata di Belitung, Yuk Berkunjung ke Pulau Batu BerlayarRoni mengatakan, pariwisata memiliki dampak menstimulasi. Saling berkorelasi, naiknya jumlah kunjungan akan menghadirkan kantong-kantong perekonomian baru, membuka lapangan pekerjaan, dan keinginan kolektif dalam menjaga alam dan kultur. Demikian juga sebaliknya," ungkapnya.
Adapun tujuan lain Subayang Festival yakni, mempertahankan kultur bagi generasi yang akan datang, melestarikan kesenian, serta menciptakan keseimbangan peradaban. Subayang Festival digelar juga dengan tujuan mempromosikan wisata.
Festival Subayang diharapkan mengkatrol perekonomian masyarkat melalui produk ekonomi kreatif berkualitas. Dia juga menginginkan Festival Subayang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.
(sof)