LANGIT7.ID, Jakarta -
Mushala mungil Al Ikhlas membagikan 650 kupon daging
hewan kurban kepada warga sekitar. Baitullah ini sukses memberikan manfaat besar untuk masyarakat RT004/RW06, Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Shalat Idul Adha di Mushala Al Ikhlas berlangsung pada Ahad pagi tadi dihadiri ratusan jemaah. Bertindak sebagai khatib dan imam, yakni Ustaz Husni Mubarok.
Dalam ceramahnya, Ustaz Husni menyampaikan teladan dari Nabi Ibrahim dan Ismail Alaihi Salam. Menurutnya, pantas dan layak jika Ibrahim mendapat gelar Kholilullah (Kekasih Allah SWT).
![Mushala Mungil Al Ikhlas Bagikan 650 Kupon Daging Hewan Kurban]()
"Ketaatan Ibrahim benar-benar diuji saat dirinya mendapat pesan dari Allah SWT untuk menyembelih Ismail. Putra yang diharap-harapkan selama lebih kurang 80 tahun," kata Ustaz Husni dalam ceramahnya, Ahad (10/7/2022).
Baca Juga: Perkuat Syiar, Ponpes Al Burdah Tebar 170 Kupon Daging KurbanIsmail pun, kata dia, tanpa negosiasi segera mengiyakan maksud dari Sang Ayah (Ibrahim Alaihi Salam) yang hendak menyembelihnya berdasarkan perintah Allah SWT. Lebih dari sekadar sosok anak yang berbakti kepada orang tua, juga sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT.
"Kisah Ibrahim dan Ismail merupakan cerita ketaatan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT," ungkapnya.
Sementara, Ketua Musala Al Ikhlas Haji Hardino mengucapkan terima kasih kepada para mudhohi (sebutan untuk pengurban) yang tetap setia menyalurkan hewan kurbannya. Dia berharap, pelaksanaan kurban tahun ini dapat memberi manfaat bagi warga sekitar musala.
![Mushala Mungil Al Ikhlas Bagikan 650 Kupon Daging Hewan Kurban]()
"Pada tahun ini jumlah hewan kurban bertambah. Sapi sebanyak tiga dan kambing 11 ekor," ucap Hardino kepada Langit7.id.
Hardino menegaskan kepada para panitia untuk menjaga integritas dalam mengelola pendistribusian daging hewan kurban. Dia tidak ingin panitia berlaku curang dengan menguntit bagian-bagian tertentu.
"Saya haramkan ke panitia yang menyembunyikan hati. Kadang kulit, ataupun kepala dijualbelikan dengan nominal yang tidak transparan. Itu tidak boleh " ungkapnya.
(bal)