LANGIT7.ID - Bicara kue tradisonal tidak akan pernah ada habisnya. Setiap daerah memiliki beraneka ragam kue yang bentuk dan rasanya tidak diragukan lagi.
Di Sulsel terdapat 24 kabupaten, dan masing-masing memiliki kue khas tersendiri. Namun, ada beberapa jenis kue yang wajib ada di acara pernikahan adat suku Bugis dan Makassar.
Seperti, Barongko, Biji Nangka, dan Cucuru Bayao. Selain wajib ada di acara pernikahan suku Bugis- Makassar. Penganan ini, biasanya juga disuguhkan saat menyambut tamu dari daerah lain, bahkan dari negara lain.
Semua kue tradisional itu, sudah ada sejak zaman kerajaan di Sulsel, dan masih bertahan sampai saat ini. Selain bahan-bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan, cara membuatnya juga cukup simpel.
Barongko 
Kue Barongko, berbahan dasar pisang, telur, santan dan gula pasir. Biasanya kue ini, menggunakan pisang kepok yang sudah sangat masak. Pisang dihaluskan, dicampur gula pasir, telur, dan santan. Setelah semua bahan menyatu, kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga masak.
Untuk lebih gurih dan lezat, biasanya ada yang mencampur dengan kenari. Cara membuat barangko juga berbeda setiap daerah, ada yang menggunakan telur bebek, ada juga telur ayam. Tergantung selera pembuatnya.
Kalau Sahabat Langit7 sering makan kue barongko perhatikan pembungkusnya. Unik bukan?
Itu karena sebelum adonan di bungkus, daun pisang yang akan dijadikan pembungkus didesain terlebih dahulu. Daun pisang di lipat-lipat hingga menyerupai bentuk trapesium.
Untuk membentuknya menggunakan alat batang pisang atau kardus yang dibentuk memanjang sebagai ukuran. Soal ukuran besar dan kecilnya tergantung selera Anda.
Biji Nangka
Biji Nangka, kue ini bentuknya menyerupai biji nangka dan berwarna kuning. Namun, bahannya tidak menggunakan buah nangka.
Kue yang disiram dengan air gula ini, berbahan dasar kentang yang sudah direbus. Kemudian dihaluskan dan dicampur kuning telur. Kemudian dibentuk seperti biji nangka. Lalu, dikukus sampai masak. Saat disajikan, di atas piring kue tersebut diram air gula.
Cucur Bayao
Kue khas yang satu ini, juga sering dijumpai diberbagai acara adat. Saat membuatnya menggunakan banyak kuning telur bebek dan gula pasir.
Namun, sebagian orang menambahkan kenari agar terasa lebih gurih di lidah. Bentuknya bundar dan pipih dengan warna kuning dan tekstur seperti spons.Sama seperti biji nangka, kue cucur juga disiram air gula yang kental.
Shofifatul Ula, salah seorang pengurus komunitas Celebes Cooking and Baking Community (CCBC) Makassar, sering membuat kue tradisional sebagai salah satu upaya mempertahankan resep nenek moyang.
Menurutnya untuk membuat kue tradisional, tidak perlu mengikuti kursus khusus. Mempraktekkan di rumah juga bisa dilakukan tetapi tetap memperhatikan resep yang berisi takaran-takaran bahan. Hal ini penting demi mendapatkan tekstur dan rasa kue yang diinginkan.
(sof)